Pekerja Konstruksi Rentan Tertular HIV
Pekerja konstruksi merupakan salah satu kelompok yang berpotensi terkena HIV. Hal ini berdasarkan temuan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) "Kalandara" Semarang.
Dalam penelitian tersebut, terungkap pula bahwa pekerja konstruksi berkorelasi erat dengan 3M. "Tiga M itu adalah Man, Money, dan Mobile. Laki-laki yang bermobilitas tinggi dan memiliki akses finansial ditambah fasilitas penerimaan upah atau gaji secara tunai dan langsung tanpa ada fasilitas penyimpanan," kata Manajer Program LSM Kalandara M Yusuf.
Press Release: Musyawarah Daerah PKBI DIY 2010
Diskriminasi adalah hantu bagi peradaban manusia. Sejarah telah menyaksikan di mana hantu diskriminasi mewujud, di sana pulalah gerakan mengada. Dan, hanya gerakan sipil lah yang akan mampu menuntaskan perang kemanusiaan melawan diskriminasi. (Catatan Perkumpulan, 2010)
Jelang Muktamar Muhammadiyah, AMUK Menolak Razia Gepeng
“Kami menolak keras razia yang dilakukan Satpol PP terhadap teman-teman kita yang hidup di jalanan menjelang Muktamar Muhammadiyah dengan alasan mengganggu keindahan tata kota,” kata Slamet Wasair, Koordinator Aksi Damai yang digelar Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan (AMUK) di depan Gedung Agung, Yogyakarta, (10/6).
Izin Panggung Keberagaman Ditolak, Panitia Mubeng Alun-alun Kidul 18 Kali
Panggung Keberagaman, sebagai acara penutup rangkaian peringatan International Day Against Homophobia (IDAHO) yang sedianya akan dilaksanakan di Sasono Hinggil, Sabtu (22/ 5), terpaksa dibatalkan panitia pelaksana. Pasalnya, surat izin penggunaan tempat dari pengelola Sasono Hinggil yang sudah dikantongi panitia dicabut kembali.
Kelompok LGBTIQ Menuntut Pemerintah Membuat Kebijakan Khusus
Terus terjadinya tindak kekerasan dan diskriminasi terhadap kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender/Transeksual, Intersex (LGBTIQ), Our Voice, sebuah kelompok yang peduli terhadap perjuangan hak-hak LGBTIQ, meminta kepada pemerintah Indonesia untuk membuat kebijakan khusus sementara (afirmative action) untuk perlindungan dan keamanan bagi kelompok LGBTIQ sebagai warga negera.
Selain itu, dalam release yang ditandatangi Hartoyo, mereka juga menuntut penghapusan segala kebijakan baik ditingkat nasional maupun daerah yang mendiskriminasikan kelompok LGBTIQ baik yang berdampak secara langsung maupun tidak langsung. Pemerintah juga diminta untuk menindak tegas kelompok yang melakukan kekerasan terhadap kelompok LGBTIQ yang memiliki hak berserikat dan berkumpul. "Pemerintah secara aktif mengkampanyekan dan mengadvokasi hak-hak kelompok LGBTIQ ditingkat International," kata Hartoyo, Sekretaris Umum, Our Voice.
Pernyataan Our Voice, berkaitan dengan peringatan Hari Internasional Melawan Homophobia, kemaren (17/15). Momentum tanggal ini didasarkan pada tanggal dihapusnya homoseksual sebagai klasifikasi penyakit oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) pada tahun 1990.
Kemudian dalam Deklarasi Montreal di Kanada pada tanggal 26-29 Juli 2006 merekomendasikan semua negara dan PBB mengakui dan mempromosikan 17 Mei sebagai Hari Internasional Melawan Kebencian Terhadap Homoseksual. Keputusan WHO ini diadopsi Departemen Kesehatan RI dalam Pedoman Penggolongan Diagnosa Gangguan Jiwa (PPDGJ) III tahun 1993 yang juga mengeluarkan homoseksual sebagai penyakit.
Menurut Hartoyo, kebijakan yang diskriminatif misalnya, Pasal 4 ayat 1 UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi), yang menyatakan homoseksual termasuk dalam persenggamaan meyimpang. Pada level daerah, setidaknya ada sekitar 10 Peraturan Daerah yang meyamakan homoseksual dengan pelacuran, misalnya, Perda Kota Palembang Nomor 2 Tahun 2004 Tentang Pemberantasan Pelacuran, pada pasal 8 ayat 1 dan 2 yang meyebutkan yang termasuk dalam perbuatan pelacuran adalah a. homoseks; b. lesbian;
Sementara itu, dalam catatan Our Voice, praktek kebencian terhadap LGBTIQ di Indonesia sejak tahun 2009-2010 terus terjadi. Misalnya, tanggal 13 Februari 2010 Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk Faisal Ali mengecam Waria yang melakukan kegiatan malam amal budaya di Banda Aceh, dianggap menodai pelaksanaan syariat Islam di Aceh.
Kemudian, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya, Achef Noor Mubarok akan melakukan pembinaan kepada 900 gay yang bekerjasama dengan Kantor Wilayah Departemen Agama (Depag) dan Polisi Resort (Polres) Kota Tasikmalaya. "Alasannya, alasannya karena gay dianggap sebagai penyakit mental dan dinilai sebuah adzab," kata Hartoyo.
Our Voice juga mencatat pembubaran Konferensi International Gay Lesbian Association (ILGA) Asia ke-4 26- 28 Maret 2010 di Surabaya Jawa Timur. Yang terakhir pembubaran pelatihan HAM Waria oleh massa FPI di Depok yang diselenggarakan Komnas HAM pada tanggal 29 April-1 Mei 2010.
Pada level dunia, ada sekitar 80 negara yang mengkriminalisasikan homoseksualitas dan mengutuk prilaku seks sejenis dengan hukuman penjara, bahkan ada yang menggunakan hukuman mati, seperti Iran, Mauritania, Nigeria, pakistan, Saudi Arabia, Sudan,Emirat Arab dan Yaman.
Semnetara itu, Ardhanary Institute (Women LBT Reserch, Publishes and Advocacy Centre), dalam releasenya menyatakan, berkaitan dengan serangkaian tindakan kekerasan yang dilakukan oleh berbagai kelompok masyarakat kepada LGBT, mengajak seluruh lapisan masyarakat yang anti kekerasan dan gerakan sipil bersama-sama memperingati The International Day against Homophobia (IDAHO) 2010 sebagai moment penting bagi kita semua dan secara khusus LGBT dengan membongkar kebisuan dan menyuarakan "HAPUSKAN HOMOPHOBIA, LESBOPHOBIA & TRANSPHOBIA di Indonesia".
Ardhanary juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendorong pemerintah Indonesia memberikan jaminan dan perlindungan kepada LGBT agar tidak mendapatkan perlakuan yang homophobia, lesbophobia dan transphobia dari siapa pun karena pilihan orientasi seksual dan identitas gendernya dengan mengacu pada berbagai konstitusi yang ada.***
Heteronormativitas ,Tutup LGBTIQ dari Perhatian Negara
Lesbian, gay, biseksual, transseksual, transgender, interseks dan queer (LGBTIQ) merupakan realitas sosial yang ada dalam masyarakat Indonesia. Keberadaannya seharusnya diakui, dihormati dan dilindungi negara, yang telah menyepakati dan menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia dengan meratifikasi berbagai konvensi internasional.
Buntu Negosiasi dengan PT KAI, Audiensi ke LOD DIY
Setelah melalui berbagai proses dialog antara PT KAI dan para pedagang mengenai rencana penggusuran warung-warung semi permanen di kawasan Ngebong, akhirnya, mereka melakukan audiensi bersama ke LOD DIY, awal pekan ini.
Ngebong yang 'Diobong'
Wajah Ratmi nampak kelelahan, petak warung yang menjadi sumber utama penghasilannya sudah ia bongkar (12/5). Biasanya dari warung ini, Ratmi masih bisa mengais Rp 30.000,- setiap harinya, meski dengan susah payah. Kini Ratmi kebingungan mencari cara untuk mengisi perutnya dan perut keluarganya. Kemana lagi harus mencari nasi?
Gendo: Kebebasan Bependapat di Indonesia Seolah-olah
I Wayan Suardana (34), akrab dipanggil Gendo pada 2005 dipenjara karena dianggap melakukan penghinaan simbol negara pada kasus pembakaran bendera Presiden SBY saat menolak kenaikan harga BBM. Kini ia menjadi advokat dan anggota Majelis Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Daerah Bali dan juga mengadvokasi kasus pelanggaran HAM pada pecandu narkotika di Bali. Gendo menyimpulkan kebebasan berpendapat di Indonesia hanya seolah-olah karena banyak produk hukum malah ingin mengkriminalkan. Terlebih kasus kekerasan kelompok mayoritas pada minoritas terus berlangsung dan sulit dipidanakan. Beikut wawancara Luh De Suriyani, Swaranusa Biro Bali, dengan Gendo mengenai pembatalan paksa konferensi ILGA di Surabaya pekan lalu.
Konferensi internasional LGBTIQ atau The 4th regional Lesbian, Gay, Transgender and Intersex Association (ILGA) conference di Surabaya, dipaksa dibatalkan oleh kelompok agama tertentu? Pendapat Anda?
Inilah problem berbangsa di Indonesia. Segala sesuatu perbedaan diselesaikan jalan kekerasan. Pembubaran Konferensi ini adalah salah satu peristiwa dari sekian banyak peristiwa kekerasan atas nama kelompok agama tertentu. Artinya budaya barbarisme sedang menghantui proses demokratisasi di Indonesia, baik dengan menggunakan idiom agama, suku ataupun paham tertentu termasuk dengan menggunakan logika kebenaran mayoritas yang pada akhirnya berujung kepada tirani mayoritas.
Turnamen HUT YONDANIV 403, Tim Volley Waria Turut Ambil Bagian
Tim bola volly Selendang Milioner, yang beranggotakan gay dan waria, turut memeriahkan turnamen yang diselenggarakan untuk memperingati hari jadi Batalyon Komando Militer Wilayah IV (YONDANIV) 403 Yogyakarta. Mereka tampil melawan tim putri bola volley UPN di kompleks Batalyon 403, Rabu (31/3).
-
Pelaku Kekerasan Terhadap Perempuan Harus DikucilkanKekerasan terhadap perempuan terus meningkat. Upaya menguranginya sudah dilakukan. Apakah upaya yang dilakukan memang tidak efektif? Hadziq Jauhary dari Swaranusa, melakukan wawancara khusus dengan Evarisan, SH, MH, aktivis hak asasi perempuan dari Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia [LRC-KJHAM].
-
Organisasi Komunitas Sebagai Basis GerakanGerakan LGBT belakangan ini semakin menguat. Di sisi lain, stigmatisasi juga semakin mengeras. Bagaimana startegi komunitas LGBT dalam menghapuskan stigma dan diskriminasi? Berikut wawancara Hadziq Jauhary dari Swaranusa Biro Jawa Tengah, dengan Orie Lesmana, aktivis hak asasi manusia dari komunitas gay.
Bagaimana gerakan LGBT belakangan ini? -
Berencana Menambah Asrama PerempuanPara mantan pengguna narkoba masih sering dianggap sebagai sampah masyarakat. Akibatnya mereka kesulitan bermasyarakat. Padahal mereka yang telah keluar dari jeratan narkoba memiliki segudang pengalaman yang dapat dibagi dengan sesama. Berikut wawancara Dwi Prasetyo dari Swara Nusa dengan Ronald Ambrosius, Kepala Panti Rehabilitasi Narkoba "Galilea Miracle Center" Kalimantan Tengah tentang rehabilitasi narkoba.
- 02 08 10 - Imroatus Sholihah:
Masalah penyimpangan perilaku seks di kalangan remaja BUKAN karena kurang pendidikan seks, TAPI KARENA remaja tidak paham aturan agama, mana yang halal, mana yg haram. Bgaimana dia punya pedoman dalam bergaul. Masalah remaja timbul karena sistem liberal dan karut marut di negara ini. - 02 08 10 - Imroatus Sholihah:
Masalah penyimpangan perilaku seks di kalangan remaja BUKAN karena kurang pendidikan seks, TAPI KARENA remaja tidak paham aturan agama, mana yang halal, mana yg haram. Bgaimana dia punya pedoman dalam bergaul. Masalah remaja timbul karena sistem liberal dan karut marut di negara ini. - 12 06 10 - ilahtea:
kawan2 swaranusa, kita jadikan isu ini menjadi isu nasional yuk. kumpulkan artikel dan data2 dari berbagai daerah tetang pentingnya pendidikan seks. - 11 06 10 - ridho:
justru karena pemerintah tidak memberikan informasi yg memadai untuk remaja, jadinya remaja mencari informasi yang salah tentang kesehatan reproduksi - 11 06 10 - galink:
pendidikan seks kan bukan pendidikan buat ngajarin seks? gimana tho?? - 10 06 10 - ilahtea:
kawan, perlukah pendidikan seks di sekolah?? kayanya setuju sama mentri pendidikan., anak2 dah lebih jago ngeseks dari film bokep dibanding harus diajarin di sekolah ^_^ - 06 06 10 - galink:
benar, negara belum memberikan kontribusi, malah terus melakukan diskriminasi pada LGBT - 05 06 10 - ilahtea:
hanya ada 1 harapan yang tersisa di negri ini.... cinta!!! - 01 06 10 - cornel:
negara kita blm bsa kasih konstribusi buat LGBT, bagaimana tanggapan kalian? - 19 05 10 - wete:
ada problem multikulktural di tengah masyarakat indonesia, meskipun ada pendidikan karakter sifatnya masih lip service... - 08 05 10 - polo:
terus berjuang - 07 02 10 - heni:
toleransi itu penting!!!! - 28 12 09 - Hadziq:
Indahnya dunia kalau kita saling toleransi. Indahnya hidup kalau kita saling menghargai.









