Diskusi Publik "LGBT dalam Media Massa" : PLU Satu Hati dan Prodi Ilmu Komunikasi UAJY akan mengadakan Diskusi Publik "LGBT dalam Media Massa" dengan narasumber Ashadi Siregar (Direktur LP3Y), D. Danarka Sasangka, MA (Wakaprodi Ilmu Komunikasi UAJY), dan Elok (aktivis LGBT). Bertempat di Ruang Seminar, Gedung Perpustakaan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (Kampus IV FISIP) Jalan Babarsari 44 Yogyakarta 55281. Selasa, 29 Juni 2010, jam 13.00-16.00WIB Aksi Damai : Solidaritas Peduli AIDS Yogyakarta(SPAY) menggelar aksi damai memperingati Hari AIDS Internasional,1 Desember 2009 Masukan : Professor Adeeba Kamarulzaman, Co-chair, Scientific Committee for XVIII International AIDS, mencari masukan untuk isu dan topik di berbagai negara yang dianggap penting untuk dibahas dalam Scientific Program, termasuk dalam Plenary dan Abstract. Nomor free call untuk crisis centre GEMPA SUMATERA : 0751-9824971, 0751-9824972, 0751-9824973, 0751-9824974, 0751-9824975, 0751-9824976, 0751-9824977, 0751-9824978, 0751-9824979, 0751-9824980 Tema : ICAAP ke-10 akan dilakukan di Busan Korea Selatan pada tahun 2011, dengan tema "Different Voices-United Actions". Diskriminasi : Purnima Mane, Deputy Direktur Pelaksana UNFPA menyerukan diakhirinya diskriminasi terhadap kelompok yang berada dalam resiko tertular HIV. Ketidakadilan : Menurut Geeta Rao Gupta dari Internasional Center for Research on Women, akses terhadap tindakan dan perawatan bagi yang terinfeksi HIV masih terjadi ketidakadilan jender. Tidak Terwakili : ICAAP merupakan forum yang diikuti oleh masyarakat dari berbagai negara, sektor, dan latar belakang berbeda untuk berbagi strategi, saling belajar dan merencanakan aksi bersama. Taskforce for Empowerment of Migrants Living with HIV and Their Spouse menyayangkan, karena buruh migran ternyata tidak terepresentasikan dalam forum komunitas maupun program dalam ICAAP. Akses : Komunitas menuntut disediakannya akses bagi perempuan dan remaja dalam perencanaan dan program layanan kesehatan reproduksi dan seksual yang komprehensif. Sukses : Michel Sidibe, UNAIDS Executive Director menilai negara-negara di Asia Pasifik mulai menunjukkan keberhasilannya dalam penanggulangan HIV dan AIDS.

03 Apr 2009 08:10 WIB : Perundangan dan Hukum

Peraturan Daerah Kota Tangerang No. 8 seri E Tahun 2005 tentang Pelarangan Pelacuran

Peraturan Daerah ini dimaksudkan sebagai perangkat hukum sebagai bagian dari upaya melestarikan  nilai–nilai  luhur  budaya masyarakat  yang  tertib  dan  dinamis  serta mencegah  pelanggaran  terhadap  praktek–praktek  Pelacuran di Kota Tangerang. Menurut Perda ini, pelacuran merupakan  suatu  perbuatan  yang  bertentangan  dengan norma  agama  dan  kesusilaan yang berdampak negatif terhadap sendi – sendi kehidupan masyarakat.
05 May 2009 12:34 WIB : Berita Pendek

Perempuan Dirugikan oleh Keputusan MA

Pemilu Legislatif 2009 yang lalu merupakan “pesta rakyat” terburuk sejak zaman reformasi. Peringatan Hari RA. Kartini, hari ini), menjadi momentum kedukaan mendalam bagi gerakan perempuan atas memburukknya capaian keterwakilan perempuan.

25 Apr 2009 22:09 WIB : Wawancara Eksklusif

Pemerintah Belum Berpihak Pada Perempuan

Kondisis ekonomi dan sosial perempuan yang kuat menjadi salah satu prasyarat bagi perempuan untuk berani mengambil keputusan. Minimal melakukan negosiasi terhadap diri mereka sendiri. Hanya saja, perempuan yang paling menghadapi persoalan ketidaksetaraan justru mereka yang ada di kalangan kelas mengengah ke atas. Meskipun, globalisasi ekonomi, yang mengubah ekonomi agraris menjadi ekonomi industrial, kemudian menghancurkan pula situasi setara di kalangan kelas menengah ke bawah, terutamanya di kalangan petani. Berikut wawancara Desi Susanti dari SWARA NUSA dengan Dra. Budi Wahyuni, MM, MA, Ketua Pengurusa Harian Daerah (PHD) PKBI DIY.

26 Apr 2009 01:01 WIB : Berita Foto

Kantor Berita Alternatif untuk Isu Kesehatan Seksual, Reproduksi, Jender, dan HAM

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Bali bersama 11 PKBI Provinsi lain mendirikan kantor berita alternatif untuk isu kesehatan seksual dan reproduksi, jender, dan hak asasi manusia (HAM) dengan nama SwaraNusa. Kantor berita berbasis online ini disambut sejumlah komunitas. Seperti, komunitas remaja, NGO, dan instansi pemerintah di Bali dengan menyatakan komitmen pengembangan content dan isu. Hal ini terangkum dalam diskusi diseminasi di kantor PKBI Bali, dua pekan silam.

27 Apr 2009 11:53 WIB : Manual

Mengembangkan Jurnalisme Warga

Perkembangan Jurnalisme Warga sebagai salah satu bagian dari gerakan pendidikan kritis rakyat, cukup mendapatkan perhatian dari beberapa kalangan. Bagaimana sesungguhnya makna penting jurnalisme warga--terutama dalam isu HIV dan AIDS, Jender dan HAM? Bagaimana strategi pengelolaannya? Berikut gambaran sederhana mengenai pengembangan jurnalisme warga di masyarakat desa.
27 Apr 2009 13:41 WIB : Wawancara Eksklusif

Trend Kekerasan terhadap Perempuan

Kekerasan terhadap perempuan hampir menjadi problem semua kebudayaan. Tidak ada satu kebudayaan pun yang di dalamnya perempuan tidak mengalami kekerasan. Akar persoalannya, terjadinya subordinasi perempuan dalam budaya patriakhi. Bagaimana di Indonesia, berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan yang sudah menjadi endemik itu? Berikut wawancara Lingga Tri Utami dari SWARA NUSA dengan Elli Nur Hayati, Direktur Eksekutif Rifka Annisa, Yogyakarta.

27 Apr 2009 14:03 WIB : Berita Pendek

LBH APIK Jakarta Surati Meneg PP

Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, didesak untuk melakukan lobby kepada Pemerintah Malaysia guna melindungi hak-hak dan menyelamatkan Manohara yang disekap dan diperlakukan kasar oleh putra mahkota kelantan Malaysia.

27 Apr 2009 15:28 WIB : Manual

Strategi Pengorganisasian Komunitas

Dalam gerakan perubahan sosial, komunitas merupakan subyek dalam proses advokasinya. Karenanya, community-based organization (CBO) menempati urutan utama dalam melakukan berbagai agenda advokasi itu sendiri. Berikut merupakan gagasan reflektif dalam langkah-langkah pengembangan CBO yang mungkin untuk dilakukan.
29 Apr 2009 21:53 WIB : Hasil Riset dan Investigasi

Pengetahuan dan Pemahaman Kesehatan Reproduksi Remaja Kulonprogo

Dokumen ini merupakan riset yang dilakukan oleh Youth Forum Kabupaten Kulonprogo untuk melihat pengetahuan dan pemahaman remaja di wilayah ini.
29 Apr 2009 22:04 WIB : Hasil Riset dan Investigasi

Riset Aksi Bersama Komunitas Waria, PPS, Gay dan Remaja Jalan

Riset ini dilakukan untuk merencanakan program bersama komunitas di Yogyakarta dalam agenda perjuangan identitas dan membangun tindakan kolektif untuk mengurangi prevalensi HIV dan AIDS, stigma dan diskriminasi.
05 May 2009 11:56 WIB : Publik

Pernyataan Sikap Penolakan Kegiatan MUI Tasikmalaya

Berbagai organisasi berbasis keragaman orientasi seksual, secara bersama-sama mengeluarkan pernyataan sikap untuk menolak rencana MUI dan Departemen Agama Kota Tasik Malaya mengumpulkan gay untuk di bina, karena gay dianggap sebagai penyakit jiwa.
06 May 2009 21:13 WIB : Berita Pendek

Meski Ada Kecurangan Suara, Diprediksi Legislatif Perempuan Meningkat

Pelaksanaan Pemilu Legislatif dalam Pemilu 2009 dinilai terjadi sejumlah kecurangan, dengan dilakukannya penggembosan perolehan suara perempuan. Perolehan kursi perempuan berkurang karena politik uang jelang pemungutan suara dan pencurian suara saat penghitungan.

19 May 2009 14:30 WIB : Berita Panjang

Jaringan LGBT Yogyakarta, Menuntut Pengakuan Keberagaman Seksual

Jaringan LGBT Yogyakarta, gabungan lembaga peduli hak-hak LGBT, Perempuan, dan Gender menuntut dihapuskannya kekerasan dan tindak diskriminatif berbasis orientasi seksual. Mereka melakukan aksi damai di depan Gedung Agung dan Kantor Pos Besar Malioboro, Yogyakarta, Minggu (17/5).

24 May 2009 08:45 WIB : Berita Pendek

Selingkuh, Termasuk Kekerasan Terhadap Perempuan

Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) terjadi karena pola hubungan yang tidak imbang. Laki-laki ingin selalu di atas perempuan dan dan tafsiran cinta yang salah. Selain kekerasan fisik, tindakan selingkuh dan merendahkan pasangan juga dikategorisasikan sebagai kekerasan psikis.

01 Jun 2009 19:45 WIB : Berita Pendek

Tanpa Data yang Kuat, Advokasi Lemah

Pengelolaan pengetahuan dan pengalaman penguatan komunitas menjadi perhatian pegiat HIV-AIDS, Gender dan HAM. Selama ini hanya fokus pada penanggulangan HIV-AIDS, melupakan pendokumentasian sebagai media pembelajaran bagi publik dan pemangku kebijakan.

12 Jun 2009 11:11 WIB : Berita Foto

Menggandeng Pemangku Kepentingan

Kantor Berita Swara Nusa Biro Palembang, melakukan sosialisasi Kantor Berita Swara Nusa kepada Stakeholder, pekan lalu. Hadir dalam pertemuan ini para pemangku kepentingan strategis dalam penanggulangan HIV dan AIDS.
25 Jul 2009 11:55 WIB : Berita Pendek

Pola Pendidikan Keluarga yang Patriarkhi

Dalam masyarakat yang kental dengan budaya patriarki, perempuan dianggap sebagai pelengkap. Pendidikan keluarga menuntut perempuan tunduk terhadap laki-laki. Nasihatnya, menjadi istri patuh dan taat kepada suami. Jarang didorong menjadi pemimpin yang kuat.

17 Jul 2009 15:22 WIB : Berita Pendek

Perlu Perubahan Mekanisme Konseling HIV, Jender, HAM dan Difabel

Transmisi HIV di kalangan perempuan, berelasi kuat dengan kekerasan terhadap perempuan. Sayangnya, proses konseling terhadap perempuan yang mengalami kekerasan tidak dikembangkan pada soal transmisi HIV. Terlebih soal HAM dan difabel, semakin tidak terpehatikan.

07 Aug 2009 19:51 WIB : Berita Panjang

Menjaga Keberagaman Melalui Penanaman Nilai-nilai Keagamaan

Wawasan Bhinneka Tunggal Ika menjadi wawasan dalam menjalankan kehidupan, berkomunikasi, dan bekerja yang ditentukan oleh rasa kebersamaan dalam bingkai kesadaran terhadap berbagai perbedaan etnis, budaya, maupun geografis. Nilai keagamaan mendapat harkatnya dari nilai dasar kemanusiaan.

Demikian antara lain, gagasan yang disampaikan Prof. Franz Magnis Suseno dalam Seminar Nasional "Membangun Wawasan Bhinneka Tunggal Ika Melalui Penanaman Nilai-nilai Agama", di Balai Persatuan Tamansiswa, Yogyakarta, Senin (3/8).

12 Aug 2009 23:21 WIB : Berita Panjang

Diperkirakan 50 juta perempuan Rentan Tertular dari Pasangan Intimnya

Strategi internvensi dalam agenda pencegahan HIV tampaknya sudah harus lebih diperluas area kerjanya. Diperkirakan 50 juta perempuan yang menjadi pasangan seksual yang cukup lama dari laki-laki yang berada dalam perilaku berisiko, memiliki kerentanan sangat tinggi tertular HIV.

"Penularan HIV dari Pasangan Intim ini merupakan problem besar, karena banyak negara yang menolak secara luas," kata JVR Prasada Rao, Direktur Regional Support Team for Asia dan Pasifik UNAIDS.

07 Sep 2009 13:16 WIB : Berita Pendek

Berbagi Pengalaman, PKBI DIY Adakan Temu Jaringan PMTCT

 Pertemuan Jaringan merupakan salah satu model untuk mewujdukan komunikasi dan sinergitas gerakan dalam pelaksanaan PMTCT secara lebih komprehensif dan efektif. Selain sebagai forum berbagi pengalaman dalam menjalankan program di lapangan.

01 Oct 2009 16:46 WIB : Berita Singkat (News Ticker)

Nomor free call untuk crisis centre GEMPA SUMATERA

0751-9824971, 0751-9824972, 0751-9824973, 0751-9824974, 0751-9824975, 0751-9824976, 0751-9824977, 0751-9824978, 0751-9824979, 0751-9824980
03 Oct 2009 17:15 WIB : Berita Panjang

Intervensi HIV, Sebulan Setelah Gempa

Intervensi HIV dalam gempa di Sumatra Barat, bisa mulai dilakukan sebulan setelah peristiwa gempa. Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) harus segera memberikan perhatian secepat mungkin, dengan memanfaatkan jaringan yang ada.

03 Oct 2009 19:41 WIB : Berita Panjang

Penanganan KTD Harus Aman bagi Perempuan

Perempuan yang mengalami Kehamilan Tidak Diinginlkan (KTD) harus mendapatkan pertolongan  layanan aman. Perempuan harus dihindarkan dari kematian. Mereka seringkali melakukan tindakan-tindakan fisik yang akhirnya membuat korban harus dirawat secara medis.

05 Oct 2009 18:49 WIB : Berita Panjang

Identifikasi Kebutuhan Kesehatan Reproduksi Mulai Dilakukan

Kebutuhan dasar kesehatan reproduksi perempuan seringkali terabaikan dalam situasi darurat. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) mengirimkan tim identifikasi berbagai kebutuhan kesehatan reproduksi perempuan di Sumatra Barat.

09 Oct 2009 11:11 WIB : Berita Panjang

PKBI Membagikan Kit Khusus untuk Kesehatan Reproduksi Perempuan

Puluhan perempuan akan melahirkan dalam minggu ini sudah terdata. PKBI mendatangkan bidan dari Jambi dan Bengkulu untuk memberikan layanan persalinan. Selain, menyediakan ratusan KIT seperti KIT kehamilan dan persalinan.

20 Oct 2009 08:43 WIB : Berita Pendek

Pembahasan UU Tertutup, Kesehatan Reproduksi Perempuan Terabaikan

Pembahasan UU yang tertutup, seakan menunjukkan rezim-rezim kecil dalam DPR. Ketika UU Kesehatan disahkan, akhhirnya banyak kejanggalan di dalamnya. Dalam konteks perempuan, tidak memberikan perlindungan hak perempuan.

01 Dec 2009 14:13 WIB : Berita Foto

SPAY: Menuntut Segera Akui Pekerja Seks Sebagai Profesi

Tingginya kasus infeksi HIV di Yogyakarta,  sampai September 2009 terdata sebanyak 839 kasus, merupakan dampak dari Stigma HIV dan AUDS sebagai persoalan amoral”. Lalu melahirkan perlakuan diskriminatif.

02 Dec 2009 00:26 WIB : Publik

Pernyataan Sikap SPAY di Hari AIDS se Dunia

SPAY (Solidaritas Peduli AIDS Yogyakarta), menuntut pemerintah memberikan pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual melalui kurikulum muatan lokal. Beberapa tuntutan lain juga disampaikan dalam release mereka untuk memperingtati Hari AIDS se Dunia, hari ini (1/12).
02 Dec 2009 00:30 WIB : Berita Panjang

Tanpa Perspektif Gender dan HAM, Penanggulangan HIV dan AIDS Sia-sia

Puluhan orang dari beberapa organisasi berbasis komunitas (CBO) dan Civil Society Organization (CSO), yang tergabung dalam Solidaritas Peduli AIDS Yogyakarta (SPAY), melakukan aksi damai dengan turun ke jalan memperingati hari AIDS se Dunia, hari ini, di Yogyakarta.

05 Dec 2009 03:40 WIB : Berita Foto

Memperluas Akses Informasi HIV dan AIDS Melalui Seni Budaya

Seni budaya diharapkan bisa memperluas akses informasi dan perjuangan tentang isu Kesehatan Reproduksi dan Seksual [HIV dan AIDS], gender serta HAM. Demikian harapan Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam kata sambutan yang dibacakan Djoko Dwiyanto, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DIY, saat membuka secara resmi Festival Seni Tradisi 2009 PKBI DIY, malam ini (4/12)

07 Dec 2009 19:51 WIB : Berita Foto

Teater Sintenasmane Mementaskan

Shinta akhirnya menjatuhkan pilihannya kepada Hanoman dan meninggalkan Rama yang sangat mencintainya tetapi selalu menuntut kesucian. Kesetiaan Shinta pun menggugat Rama, "Apakah sebuah kebenaran atau kedurjanaan," kata Shinta.

12 Dec 2009 18:33 WIB : Berita Panjang

Tinggi, Kekerasan pada Perempuan Pekerja Seks

Tahun 2009, kasus kekerasan terhadap perempuan di Jawa Tengah meningkat tajam, dengan angka kasus 614 dan jumlah korban 1.091 orang, 48 orang di antaranya meninggal dunia. Sementara pada tahun 2008, terdapat 383 kasus dengan jumlah korban 1.015, dengan korban meninggal 38 orang.

Berdasarkan data di Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM), kenaikan kasus kekerasan pada tahun ini mencapai 37,7%. Kasus terbanyak perkosaan 210 kasus, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) 149 kasus, dan kekerasan dalam pacaran (KDP) 101 kasus. Dan sebanyak 71 kasus merupakan pelanggaran atau kekerasan terhadap perempuan pekerja seks. Data LRC-KJHAM, kasus kekerasan terhadap perempuan pekerja seks paling banyak justru dilakukan aparat pemerintah, seperti Stuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Kepolisian.

26 Dec 2009 10:26 WIB : Berita Panjang

STBP Gunakan Uang dan Kebohongan Publik

Meski sudah berjalan dua minggu, baru 23 orang yang bersedia ikut. Targetnya, melibatkan 250 orang sebagai contoh dalam Survei Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP) Yogyakarta Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DIY, sebagai pelaksana proyek Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional.

Persoalan ini dikatakan dua surveyor  untuk komunitas gay, yang enggan disebut namanya. “Mmasih jauh dari target. Sampai-sampai petugas kliniknya juga nggak enak hati,” kata mereka.

Upaya pendekatan dilakukan. Media internet juga sudah dimanfaatkan, seperti jaringan sosial. Lantas, saat mereka mengubah strategi dengan menawarkan Rp. 40.000,- sebagai daya tarik agar komunitas bersedia ikut STBP. Masih ada bonus, Rp. 10.000,-, per orang jika membawa teman lainnya. “Kayak MLM dong,”  kata Angga, Community Organizer (CO) komunitas Waria, PKBI DIY.

Berbeda dengan survey untuk komunitas Perempuan Pekerja Seks (PPS). Gunawan, CO komunitas PPS PKBI DIY mengatakan, ada pemberian informasi yang salah. Kepada PPS dikatakan STPB ini merupakan lanjutan dari Surveilans yang dilakukan bulan November lalu. "Ini terusan pengambilan darah yang kemaren, kok," kata Gunawan menirukan penjelasan PPS yang mendapatkan informasi itu.

Di komunitas remaja jalanan, Omah Keong, berinisiasi mengundang tim klinik VCT PKBI melakukan Vouluntary Conselling and Testing (VCT), Jumat (24/12). “Ini kebutuhan kita kok, gak ada yang memaksa , dan kemarin  saya yang menghubungi Sulis untuk mendatangkan tim PKBI,” kata Agus, dari Omah Keong.

Menurut Sulis, CO PKBI DIY, kalau kegiatan ini bisa dilakukan secara berkala,  tidak perlu lagi remaja jalanan di kejar-kejar atau bahkan ditangkap dan ditest darahnya. “Kalian punya hak jawab, kalau perlu menolak,” katanya.

Sulis juga melihathal yang sama terjadi di komunitas waria. Kini tidak ada lagi pengambilan darah tahunan, karena mereka melakukan VCT. "Kalau negara membutuhkan angka, silakan merujuk ke klinik VCT yang ada," katanya.
07 Jan 2010 13:04 WIB : Berita Pendek

Prof. Agnes: Gus Dur Pembela Hak Asasi Perempuan

Gus Dur senantiasa menyebarkan dan mendorong penerapan nilai-nilai universal demokrasi dan hak asasi manusia di Indonesia dalam tatanan pelaksanaan kehidupan bernegara, berbangsa, dan kehidupan sosial masyarakat. Gus Dur tokoh berpengaruh di Indonesia, di antara Presiden RI yang selalu membela dan memperjuangkan hak asasi kaum minoritas dan perempuan.

Demikian, pernyataan sikap 30 organisasi yang peduli terhadap hak-hak kaum perempuan dan anak dalam gelar doa bersama lintas agama dan kepercayaan untuk Gus Dur. Doa bersama dikoordinasikan Jaringan Peduli Perempuan dan Anak (JPPA) Jawa Tengah, di Bundaran Air Mancur, depan kampus Undip, Semarang, Selasa malam (5/1).

08 Jan 2010 21:06 WIB : Berita Pendek

Siaran Televisi Harus Ramah Anak dan Perempuan

Acara televisi seharusnya mendidik, tidak semata mengedepankan hiburan. Program acara semacam ”Bukan Empat Mata” atau ”Termehek-mehek” tidak pantas muncul di televisi. Selain mengeksploitasi tubuh perempuan, menampilkan kekerasan yang bisa ditiru anak-anak. Program acara itu sepatutnya dintinjau ulang.

Demikian yang berkembang dalam acara sosialisasi ”Penyiaran Ramah Anak dan Perempuan”. Kegiatan diselenggarakan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah dan Dharma Wanita Persatuan Jawa Tengah di Gedung Dharma Wanita Persatuan Jawa Tengah, Jalan Menteri Supeno Semarang, Rabu (6/1).

09 Jan 2010 11:03 WIB : Wawancara Eksklusif

Terpanggil Keinginan Waria Ber-Tuhan

Mayoritas masyarakat memandang komunitas Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, Intersek dan Queer (LGBTIQ ) sebagai kelompok menyimpang. Akibatnya, sedikit tokoh agama mau terlibat menjawab kebutuhan religius kelompok LGBTIQ. Komunitas semakin terpinggirkan dan terstigma. Berikut wawancara Novan dari Swara Nusa dengan Abdul Muis Gazali, mahasiswa Magister Pendidikan Pemikiran Islam Universita Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang saat ini menjadi pengajar di Pesantren Waria Al Fattah Yogyakarta.

15 Jan 2010 11:04 WIB : Berita Pendek

Anggaran Perempuan dan KB Turun Drastis

Alokasi anggaran Badan Perlindungan, Pemberdayaan Perempuan, Anak, dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kota Semarang turun drastis dari Rp 87,58 miliar pada APBD 2009, menjadi Rp 76,68 miliar di RAPBD 2010. Itu artinya, anggaran turun 12,45 persen.

21 Jan 2010 10:28 WIB : Berita Pendek

Pemerintah Utamakan Penyetaraan Gender

Peserta KB laki-laki semakin minim. Perlu kebijakan dan langkah nyata Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk memasyarakatkan program KB laki-laki. "Ini bisa menghapus diskriminasi gender dan mewujudkan kesetaraan gender di masyarakat kita," kata Soelimah.

29 Jan 2010 06:33 WIB : Berita Foto

FORI : SBY-Budiono Gagal

Seratus hari pemerintahan SBY–Budiono mendapat tanggapan negatif. Tidak serius menangani kasus-kasus negara, seperti bank Century. Ketidak seriusan pemerintah berdampak pada kesejahteraan rakyat yang terabaikan, padahal mereka dipilih oleh mayoritas rakyat.

29 Jan 2010 09:50 WIB : Berita Pendek

Pemerintah Dituntut Lebih Peduli Masalah Perempuan

Pemerintah Kota Semarang dituntut meningkatkan perhatian terhadap masalah perempuan. Banyak masalah perempuan di Kota Semarang belum tertangani dan bahkan tidak ditangani sama sekali. Program pemberdayaan keluarga kurang efektif dan kurang bisa memperjuangkan hak-hak perempuan.

30 Jan 2010 10:03 WIB : Berita Pendek

Sri Murtiningsih: "Baby Booming" Tetap Menghantui Indonesia

Ancaman ”baby booming” tahap kedua terus menghantui Indonesia , terutama Jawa Tengah, apabila pelaksanaan program KB tidak berjalan sesuai target yang ditentukan. Kelancaran program KB harus terus diimplementasikan karena sangat berpengaruh terhadap kemajuan dan kesejahteraan penduduk Indonesia.

30 Jan 2010 10:21 WIB : Berita Pendek

Gratis, Alat Kontrasepsi Bagi Masyarakat Kurang Mampu

Masyarakat kurang mampu, akan dibantu melakukan program Keluarga Berencana (KB) melalui pemberian secara cuma-cuma alat kontrasepsi spiral dan kondom. Sehingga mereka bisa meningkatkan kualitas hidupnya dan bisa lebih mendayagunakan potensinya.

03 Feb 2010 12:50 WIB : Berita Panjang

Diskriminatif: Kawin Silang Agama dan Kebijakan Publik di Indonesia

Pemerintah dan DPR menghadapi tantangan berat berkaitan dengan kebijakan yang sebagiannya diberlakukan tahun 2009.  Pasalnya kebijakan itu menyangkut akomodasi kepentingan kelompok masyarakat versus kemungkinan terjadinya diskriminasi kelompok masyarakat yang lain. Misalnya, UU Kesehatan, RUU Jaminan Produk Halal, Perda dan Raperda yang secara spesifik terkait dengan agama.

05 Feb 2010 18:09 WIB : Berita Panjang

Budi Wahyuni : "Datangi Lembaga yang Melakukan Survey"

Puluhan perempuan Pekerja Seks (PS) mengaku kecewa dan resah dengan Survei Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) beberapa bulan lalu. Pasalnya, sejumlah PS tidak bisa mengetahui hasil test darahnya setelah mengikuti STBP.

25 Feb 2010 10:22 WIB : Berita Pendek

Penting, Pengakuan dan Perlindungan Kerja bagi PRT

Prof. Dr. Muhadjir Darwin, dari PSKK UGM, menyatakan pembahasan UU PRT bisa menemukan jalan buntu. Para politikus berpikir UU ini akan merugikan diri sendiri jika disahkan, sebab mereka juga sebagai pengguna jasa PRT. "Harus diciptakan situasi yang bisa menekan eksistensi mereka," katanya.

24 Feb 2010 13:28 WIB : Berita Foto

'Banyak Anak Banyak Rezeki' Tidak Berlaku di Nyemoh

Sebagian besar wilayah pedesaan, memiliki prosentase penduduk usia anak dan balita lebih tinggi dibandingkan penduduk usia produktif dan lanjut usia. Tetapi, tidak demikian di Desa Nyemoh, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Di Desa ini, terjadi penurunan angka kelahiran cukup signifikan dalam 15 tahun terakhir.

10 Mar 2010 12:53 WIB : Berita Foto

Rezim SBY Gagal Melindungi Perempuan

Krisis ekonomi-politik sejak 1997 belum dijawab sebagai political will yang berpihak pada kondisi krisis kaum perempuan. Beban krisis ekonomi-politik perempuan sebagai penyangga tiang reproduksi sosial menciptakan kondisi perempuan berada dalam titik kritis.

10 Mar 2010 11:59 WIB : Berita Panjang

Format Laporan PKVHI, Langkah Mundur

Dalam penanggulangan HIV dan AIDS data base memegang peranan sangat penting. Sayangnya, sampai saat ini belum ada data pilah yang bisa mengidentifikasi kunjungan voluntary counseling test (VCT) karena inisiasi sendiri, mandatory (keharusan/paksaan) atau inisiasi petugas kesehatan. Bahkan, belum mampu memastikan  temuan infeksi baru atau lampau.

10 Mar 2010 12:13 WIB : Berita Pendek

RUU Hukum Materiil Peradilan Agama Bidang Perkawinan Harus Berbasis Hak Perempuan

Kasus kekerasan terhadap perempuan di Jawa Tengah, terus meningkat akhir-akhir ini. Monitoring dan Pencatatan Legal Resource Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM) Jawa Tengah, sepanjang November 2009-Februari 2010, menjunjukkan 136 kasus kekerasan dengan jumlah korban perempuan sebanyak 211 orang.

10 Mar 2010 12:43 WIB : Berita Foto

Belenggu Perempuan, Konservatisme Agama Harus Diakhiri

Memperingati Hari Perempuan Internasional, sejumlah lembaga yang tergabung dalam Jaringan Perempuan Yogyakarta (JPY) menggelar aksi simpatik di perempatan Kantor Pos Besar Yogyakarta (8/3). Aksi ini, mengusung tema Bersatu untuk Kesetaraan, dan mengangkat hak-hak LGBT, pekerja seks dan pekerja rumah tangga. 

JPY mengajak seluruh elemen mayarakat bersatu memperjuangkan kesetaraan dan menuntut pemerintah agar memenuhi hak-hak dasar perempuan. International Women's Day (IWD) 2010 menjadi momentum melakukan evaluasi persoalan-persoalan ketidakadilan gender dan menyadarkan masyarakat untuk melakukan peran kontrol terhadap pemerintah. Khususnya pelanggaran dan perlakuan diskriminatif yang terjadi. JPY meminta pemerintah segera mencabut kebijakan-kebijakan diskriminatif dan memberikan jaminan perlindungan bagi buruh migran, memberikan pengakuan PRT sebagai pekerja formal yang mendapat hak yang dilindungi negara.

“Kita ingin menyuarakan persoalan dari berbagai keberagaman isu, mengingat persoalan perempuan tak pernah berdiri sendiri sebagai persoalan tunggal,” kata Inna Hudaya, Koordinator Peringatan International Women's Day JPY 2010.

Ipeh, Koordinator Lapangan,  mengatakan IWD perempuan harus keluar dari kungkungan dan belenggu sebagai perempuan rumahan. Pelabelan perempuan baik-baik yang tidak keluar rumah, telah membelenggu posisi perempuan mencapai kesetaraan. Belenggu itu dilahirkan dari konservatif agama yang harus segara diakhiri. "Perempuan mulai menyadari atas ketidakadilan yang menimpanya, akibat paham yang masih konservatif terhadap agama," ujarnya.

JPY menilai Kementerian Perempuan dan Anak belum mampu berbuat banyak dalam upaya terciptanya kesetaraan gender di Indonesia. Hal ini merupakan cerminan sikap pemerintah yang belum pro perempuan. Sejumlah kebijakan yang dibuat belum mampu menjalankan amanat bangsa untuk mewujudkan kesejahteraan, keadilan dan kebinekaan. JPY menyebutkan data, antara tahun 1999 hingga 2009 ada 154 kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tingkat daerah (19 di tingkat propinsi, 134 di tingkat kabupaten kota dan 1 di tingkat desa) dinilai menjadi sarana pelembagaan diskriminasi terhadap perempuan, dari tujuan dan dampaknya.

JPY juga menilai, selain masalah ras dan kepercayaan, ketimpangan juga terlihat pada kelompok yang dimarginalkan karena orientasi seksual dan identitas gendernya, lesbian, waria dan gay. Munculnya blok-blok mayoritas yang dilanggengkan negara justru makin memperparah kekerasan yang terjadi. Termasuk persoalan pekerja rumah tangga (PRT), buruh migran, hak-hak reproduksi perempuan. Persoalan-persoalan ini menunjukkan pemerintah tidak serius dalam menjalankan mandat Convention on the Elimination Of All Form of Discrimination Againts Women (CEDAW) 1984 yang telah diratifikasi dalam UU No 7 Tahun 1984 dan perjanjian lain yang ditujukan bagi keadilan dan perbaikan hidup perempuan.

"Pemerintah harus mendengar aspirasi mereka," kata Bela dari SMA 10 Yogyakarta, yang mengomentari perjuangan hak-hak perempuan bersama temannya, Ira dan Dien.

Selain aksi simpatik, JPY menggelar sejumlah kegiatan lain seperti diskusi publik, workshop, pemutaran film, seminar, bedah buku dan diakhiri dengan Panggung Kesetaraan "Dramatic Reading CEDAW" pada 18 Maret 2010.

11 Mar 2010 15:06 WIB : Berita Foto

Kriminalisasi Perkawinan Sirri

Pro dan kontra Rancangan Undang-undang Hukum Materiil Peradilan Agama Bidang Perkawinan terus mengalir. Pasalnya, beberapa pasalnya berbenturan langsung ajaran agama yang dianggap membolehkannya. UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974 pun akan harus diuji kembali.

Demikian antara lain yang mengemuka dalam Diskusi Publik “RUU Hukum Materiil Peradilan Agama (HMPA) Bidang Perkawinan dan Upaya Perlindungan terhadap Hak Asasi Perempuan” yang diselenggarakan atas kerjasama Magister Ilmu Hukum Undip, LRC-KJHAM dan Komisi Nasional Perempuan, di Ruang Sidang Magister Ilmu Hukum Universitas Diponegoro Semarang, pekan silam.

Evarisan, Direktur LRC-KJHAM dalam presentasinya mengatakan munculnya Rancangan UU Hukum Materiil Peradilan Bidang Perkawinan karena UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974 memang bermasalah. Misalnya, tidak mengatur soal perkawinan sirri dan perkawinan kontrak (mut'ah). “Dilihat dari dampaknya, menyisakan kesengsaraan pada perempuan dan anak yang dilahirkan dalam perkawinan tersebut,” tutur Eva.

Soal yang banyak diperdebatkan, menurut Sri Nurherwati, SH., Komisioner Komisi Nasional Perempuan, memang soal kriminalisasi untuk pelaku kawin siri, nikah mut’ah, dan perkawinan campuran. Tetapi, jika melihat substansi RUU HMPA, tidak banyak perubahan dari UU Perkawinan dalam memastikan perlindungan terhadap perempuan. Logikanya, RUU HMPA bukan mencabut ataupun mengamandemen UU Perkawinan. “RUU ini hanya mengatur hukum materiil sebagai tindak lanjut UU Nomor 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama, dimana pembentukan UU tersebut membutuhkan UU yang mengatur hukum materiil agama di bidang perkawinan,” ujarnya.

Prof. Dr. Nyoman Serikat Putra Jaya, ahli Hukum Pidana Universitas Diponegoro Semarang, mengatakan menariknya RUU HMPA Bidang Perkawinan ini mencantumkan sanksi pidana bagi yang melanggar. “Ini dalam rangka mempertahankan norma-norma atau aturan-aturan yang berhubungan dengan bidang perkawinan,” katanya.

Beberapa hal penting yang harus diperhatikan, menurut Nurherwati, menyangkut soal Peradilan Agama memeriksa dan memutus perkara perkawinan yang dimasukkan sebagai tindak pidana dengan menggunakan Hukum Acara Pidana dan usia perkawinan perempuan tetap di bawah umur. ”Ini bertentangan dengan UU Nomor 23/2005 Tentang Perlindungan Anak,” katanya.

Lebih parah lagi, RUU ini memasukkan perkosaan sebagai bentuk perzinahan, mengatur penyelesaian terhadap penolakan laki-laki untuk mengawini perempuan yang belum kawin, dizinahi dan hamil, dengan ancaman pidana penjara maksimal 3 bulan, pengaturan poligami yang masih menempatkan perempuan sebagai subordinat. ”Itu jelas bertentangan dengan pasal yang menegaskan adanya persamaan istri/suami,” tutur Nurherwati.

RUU juga tidak melihat posisi dan kondisi perempuan dalam masyarakat patriarki, sehingga sama sekali tidak memberikan perlakuan khusus terhadap perempuan dalam mendapat kesamaan di depan hukum dan kesempatan mendapat keadilan. Nurherawati mengatakan intervensi negara dalam soal perkawianan memang penting, tetapi demi pemajuan hak perempuan dan perlindungan komprehensif.

Dalam presentasinya, dr. Messy Widiastuti, MARS., anggota Komisi E DPRD Jateng menghimbau agar semua elemen bertindak sesuai regulasi yang ada, sehingga tidak ada lagi perempuan yang terpinggirkan dan terenggut haknya. Hukum positif akan menguatkan perlindungan hukum yang setara terhadap perempuan. ”Harus ada grand design untuk mencegah terjadinya poligami atau nikah siri, karena hanya akan merugikan perempuan,” katanya.

12 Mar 2010 09:26 WIB : Berita Panjang

Domestifikasi Perempuan Masih Terus Berlanjut

Fasilitas modern, kesempatan yang lebih terbuka dalam pendidikan dan politik, ternyata tak berarti mengubah kondisi dan posisi perempuan. Mereka masih tetap diposisikan pada ranah domestik. "Ranah domestik masih dipandang menjadi persoalan, salah satu sorotan saat peringatan Hari Perempuan Internasional tahun ini," kata Zelly Ariana, Pengurus MAHARDIKA, dalam Diskusi Sejarah Perjuangan Gerakan Perempuan di Yogyakarta, Selasa (9/3).

14 Mar 2010 08:56 WIB : Berita Pendek

Penggalakkan Program KB, Jangan Tiru Cara-cara Orde Baru

Penekanan laju pertumbuhan penduduk, mutlak diperlukan. Pertumbuhan penduduk, khususnya di Jateng, tidak sebanding dengan pertumbuhan perekonomian. Satu persen pertumbuhan penduduk, sama dengan warga 2 juta orang. Ini sangat berisiko bagi kelancaran pembangunan. Selain membuat Jateng jadi lebih padat, peledakan penduduk semakin membuat tingkat kriminalitas meningkat.

18 Mar 2010 19:03 WIB : Berita Pendek

RUU HMPA Bidang Perkawinan Tak Bisa Diandalkan

Rancangan Undang-undang Hukum Materiil Peradilan Agama (HMPA) Bidang Perkawinan semakin ramai diperbincangkan, terutama selepas RUU HMPA Bidang Perkawinan itu masuk dalam daftar program legislasi nasional (prolegnas) di DPR. Berbagai seminar yang khusus membahas aspek pemidanaan dalam RUU HMPA Bidang Perkawinan, banyak diselenggarakan. Bagaimana sebetulnya aspek pemidanaan di dalam RUU HMPA Bidang Perkawinan dan implikasinya terhadap hak-hak perempuan?

Prof. Dr. Nyoman Serikat Putra Jaya, ahli hukum pidana dari Universitas Diponegoro Semarang, mengatakan dalam draft RUU HMPA Tentang Bidang Perkawinan, memang terdapat satu bab tentang ketentuan pidana. Ini berarti, sanksi pidana ditampilkan dalam rangka mempertahankan norma-norma atau aturan-aturan yang berhubungan dengan bidang perkawinan.

18 Mar 2010 19:35 WIB : Wawancara Eksklusif

Pelaku Kekerasan Terhadap Perempuan Harus Dikucilkan

Kekerasan terhadap perempuan terus meningkat. Upaya menguranginya sudah dilakukan. Apakah upaya yang dilakukan memang tidak efektif? Hadziq Jauhary dari Swaranusa,  melakukan wawancara khusus dengan Evarisan, SH, MH, aktivis hak asasi perempuan dari Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia [LRC-KJHAM].

18 Mar 2010 20:34 WIB : Berita Foto

Konseling Bukan Pemberian Informasi

Pamuji, bukan nama sebenarnya (60) merasa bingung dengan statusnya, saat mendapat diagnosa HIV positif dari Balai Pengobatan Penyakit Paru-paru (BP4) Yogyakarta. Sekalipun ia telah mendapat rujukan dan mengakses layanan CST di RSUP. DR Sardjito. "Informasi yang diberikan belum Jelas," ujarnya di Griya lentera PKBI, kemarin.

25 Mar 2010 11:49 WIB : Berita Pendek

Pekerja Rumah Tangga, Harus Dihormati

Pekerja Rumah Tangga (PRT) sering mengalami tindak kekerasan, termasuk berbagai bentuk pelecehan seksual. Menurut Ningsih (bukan nama sebenarnya), yang pernah berprofesi sebagai PRT di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), pelecehan dan tindak kekerasan terjadi karena pemberi kerja atau 'majikan' kurang menghargai peran PRT.

25 Mar 2010 10:42 WIB : Berita Pendek

Partisipasi Laki-laki dalam KB Masih Rendah

Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah menargetkan 907 ribu peserta program Keluarga Berencana (akseptor KB) pada 2010. Angka ini diharapkan bisa target pencapaian peserta KB, sehingga pencapaian nasional lebih tinggi. Jumlah tersebut, 856 ribu perempuan dan 50.489 laki-laki.

Dra. Sri Murtiningsih, MS, Kepala BKKBN Jawa Tengah, menyampaikan rencana itu dalam Rapat Kerja Daerah Pembangunan Kependudukan dan KB tingkat Jawa Tengah, di Gedung Grhadika Bhakti Praja, Selasa pekan lalu. Sri mengakui partisipasi laki-laki dalam program KB masih cukup rendah. Pencapaian peserta laki-laki dalam program KB tahun 2009 hanya mencapai 37,78 persen dari target yang ditetapkan. Namun, pencapaian peserta KB baru tahun 2009 berhasil melampaui perkiraan permintaan masyarakat hingga sebesar 108,10 persen. “Di samping usaha penambahan akseptor baru, kami tetap berusaha meningkatkan kembali kesertaan KB MKJT, khususnya IUD, MOP, dan MOW,” katanya.

Target pencapaian kontrak kinerja program KB di Jateng, diharapkan bisa terealisasi pada triwulan ketiga 2010. Untuk mencapainya, harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan atau penerapan Standart Operasional Prosedure (SOP) dan meningkatkan sarana bagi provider. Sri menjelaskan, laju pertumbuhan penduduk Provinsi Jateng sebesar 0,84 persen, dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 35 juta jiwa dan tingkat kepadatan penduduk pada satu kilometer persegi mencapai 995 jiwa. "Sangat tepat kiranya program KB masih menjadi urusan wajib pemerintah, mengingat laju pertumbuhan penduduk provinsi ini cukup tinggi," katanya.

Selama kurun waktu 2005-2009, Total Fertility Rate (TFR) atau angka kelahiran total cenderung fluktuatif dan terdapat kesenjangan cukup signifikan antarkabupaten atau kota. Hasil Survei Demografi Kependudukan dan Kesehatan Indonesia, TFR di Jateng sebesar 2,3 anak per perempuan usia subur. Fenomena ini mengindikasikan, di Jateng setiap satu jam lahir 30 bayi atau 129.600 bayi setiap tahunnya. Jika diasumsikan setiap manusia memasuki dunia kerja pada 2032, Jateng harus menyediakan 129.600 lapangan kerja setiap tahunnya. Menurut Sri, cara yang efektif harus menekan kelahiran melalui program KB. KB dimasyarakatkan kembali, agar tertarik ikut KB. "Syukur-syukur bisa jadi akseptor tetap," katanya.

Dalam pencapaian Contraseptive Prevalence Rate (CPR) atau angka pemakaian kontrasepsi, Sri menjelaskan, target Jawa Tengah tahun 2010 sebesar 65 persen, sehingga jika dihitung, dibutuhkan tambahan peserta KB baru sebesar 907.007. CPR pada 2007 secara nasional baru mencapai 61,4 persen, padahal harapan pemerintah bisa mencapai 75 persen. “Ini menandakan masyarakat masih belum bisa menyadari pentingnya perencanaan keluarga melalui program KB,” ujarnya.
25 Mar 2010 11:13 WIB : Berita Pendek

Tuntutan Kesetaraan di Balik Lantun Puisi

Perempuan masih menghadapi ketidakadilan, seperti buta huruf, upah kerja yang rendah, jam kerja lebih panjang, dan kekerasan. Ketidakadilan terjadi di banyak sektor, termasuk produk kebijakan yang masih mendiskriminasi perempuan seperti UU Anti Pornografi dan kuota 30% perempuan di parlemen yang belum terpenuhi. Hal ini disampaikan Jaringan Perempuan Yogyakarta (JPY) dalam sesi penutupan seluruh rangkaian peringatan Hari Perempuan Internasional, pekan silam.

Persoalan lain yang dihadapi perempuan, angka kematian ibu ( AKI )  yang belum menurun, praktek pernikahan di bawah umur yang justru dilindungi, dan poligami masih diamini. Potret ketimpangan gender juga tampak dari pemenjaraan politik identitas, seperti yang dialami Lesbian ,Gay, Biseksual, dan Trasnsgender  (LGBT) karena orientasi seksnya. "Paradoks," kata Enik Maslahah, Koordinator Acara Penutupan Hari Perempuan International.

Panggung kesetaraan sebagai bentuk manifestasi berbagai gagasan, dengan mengangkat isu Dramatic Reading Of CEDAW, menurut Enik merupakan media untuk menyampaikan tuntutan dengan cara yang berbeda dan ajang sosialisasi Covention on the Ellimination of All Forms Of Discrimination Againts Women (CEDAW ) dan diratifikasi Pemerintah Indonesia dengan diundangkannya UU No. 7 Tahun 1984.

Ginanjar Wilujeng, mahasiswa  Universitas Widya Mataram, tampil membacakan puisi karya Idaman Andarmosoko berjudul AKU PEREMPUAN PETARUNG. Ginanjar bergabung dalam Panggung Kesetaraan, karena ini terlibat dalam aktivitas yang bisa membelalakkan mata masyarakat tentang kondisi ketidakadilan yang menimpa perempuan. Walaupun kondisi sekarang memang lebih baik dibandingkan dahulu, namun masih banyak PR yang harus diselesaikan. Kesempatan di dunia pendidikan, akses dan lapangan pekerjaan, bahkan kesempatan perempuan masuk dunia politik.

Menurut Ginanjar, budaya patriarki mengekang hak-hak perempuan. Sebut misalnya, UU Pornografi sebagai salah satu bentuk pemblengguan dan kontrol atas tubuh perempuan. "Puisi tadi menggambarkan peran perempuan di semua bidang, ekonomi, sosial dan budaya sangat dibutuhkan, bahakan di bidang ekonomi dominasi peran perempuan dipandangnya sangatlah luar biasa," katanya.

Sebelum pembacaan puisi, juga telah dipentaskan sebuah lakon perempuan dalam dunia ekonomi yang dibawakan teater Sintenasmane. Penjual sayur dan pengasong di kereta api menggambarkan kerja keras perjuangan hidup perempuan demi menafkahi keluarganya.
13 Apr 2010 12:07 WIB : Berita Panjang

Gendo: Kebebasan Bependapat di Indonesia Seolah-olah

I Wayan Suardana (34), akrab dipanggil Gendo pada 2005 dipenjara karena dianggap melakukan penghinaan simbol negara pada kasus pembakaran bendera Presiden SBY saat menolak kenaikan harga BBM. Kini ia menjadi advokat dan anggota Majelis Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Daerah Bali dan juga mengadvokasi kasus pelanggaran HAM pada pecandu narkotika di Bali. Gendo menyimpulkan kebebasan berpendapat di Indonesia hanya seolah-olah karena banyak produk hukum malah ingin mengkriminalkan. Terlebih kasus kekerasan kelompok mayoritas pada minoritas terus berlangsung dan sulit dipidanakan. Beikut wawancara Luh De Suriyani, Swaranusa Biro Bali, dengan Gendo mengenai pembatalan paksa konferensi ILGA di Surabaya pekan lalu.

Konferensi internasional LGBTIQ atau The 4th regional Lesbian, Gay, Transgender and Intersex Association (ILGA) conference di Surabaya, dipaksa dibatalkan oleh kelompok agama tertentu? Pendapat Anda?

Inilah problem berbangsa di Indonesia. Segala sesuatu perbedaan diselesaikan jalan kekerasan. Pembubaran Konferensi ini adalah salah satu peristiwa dari sekian banyak  peristiwa kekerasan atas nama kelompok agama tertentu.  Artinya budaya barbarisme sedang menghantui proses demokratisasi di Indonesia, baik dengan menggunakan idiom agama, suku ataupun paham tertentu termasuk dengan menggunakan logika kebenaran mayoritas yang pada akhirnya berujung kepada tirani mayoritas.

26 Apr 2010 11:48 WIB : Berita Pendek

Menurunkan AKI dan AKB, Perlu Program Berperspektif Hak Perempuan

Angka Kematian Ibu (AKI) di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2009, mencapai 114 kasus per 100 ribu kelahiran hidup (KH). Angka rata-rata ini sedikit lebih rendah dibandingkan Tahun 2008 yang mencapai 114,4 kasus. Dalam level nasional angka ini relatif lebih rendah, yang mencapai angka 228 kasus, tetapi lebih tinggi dibandingkan dengan capaian Millenium Development Goals (MDGs) dalam kisaran angka 102 kasus per 100 ribu KH.

26 Apr 2010 12:14 WIB : Berita Pendek

Kekerasan Terhadap Perempuan Harus Dihentikan

Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) IKIP PGRI Semarang, menghimbau masyarakat tidak melakukan kekerasan terhadap perempuan. Selain itu, tidak menganggap perempuan sebagai kanca wingking. , sehingga hanya menganggap perempuan sebagai “boneka” laki-laki yang bisa diperlakukan apa saja, tanpa memerhatikan perasaan dan hak-haknya.

26 Apr 2010 12:37 WIB : Berita Pendek

Sepuluh Perempuan Dianugerahi Penghargaan di Kotawaringin Timur

HM Mawardi, Bupati Kabupaten Kapuas, mengatakan tantangan pembangunan semakin berat, peran perempuan sangat dibutuhkan untuk mendukung proses pembangunan bangsa. "Dalam bidang yang umumnya dipegang laki-laki, perempuan pun harus sejajar," ujarnya.

05 May 2010 06:02 WIB : Berita Pendek

Pemerintah Harus Turun Menangani Kekerasan Gender

Kasus kekerasan berbasis gender yang semakin tinggi menuntut perhatian berbagai pihak untuk menanganinya. Selain mengingatkan perempuan yang masuk dalam kategori rentan kekerasan berbasis gender untuk menuntut haknya, diperlukan pula perhatian yang intens dari pemerintah. Pemerintah harus turun ke lapangan dan mengadopsi kebutuhan riil perempuan atas pelayanan kesehatan dan pemenuhan segala haknya.

Demikian kata Evarisan, Direktur Legal Recources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM) di sela-sela pemaparan hasil penelitian “Feminist Participatory Action Research” (FPAR) LRC-KJHAM bersama para mitranya di Semarang dalam rangka peringatan Hari Kartini belum lama ini. “Hak dan kewenangan untuk menegakkan keadilan terhadap perempuan korban kekerasan gender memang ada di pihak pemerintah,” katanya.

Berdasarkan pengamatan LRC-KJHAM selama ini, ada empat kelompok perempuan yang rentan terhadap kekerasan berbasis gender secara masif, yakni kelompok perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga, kelompok perempuan korban perkosaan, kelompok perempuan mantan buruh migran, dan kelompok perempuan korban eksploitasi seksual. “Kekerasan berbasis gender merupakan bagian dari diskriminasi terhadap perempuan,” ujar Eva.

Ia menuturkan, pada 2009 di Jawa Tengah terdapat empat daerah yang berpotensi terjadi diskriminasi gender, terutama dalam mengakses layanan kesehatan. Empat daerah itu adalah Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Grobogan. Apa saja wujud dari diskriminasi gender tersebut? Menurut Eva, di empat daerah wilayah Jateng itu banyak ditemukan permasalahan terkait pelaksanaan hak atas kesehatan oleh kelompok perempuan rentan dan termarjinal.

Eva lantas mencontohkan Desa Wedoro (Kabupaten Grobogan) dan Desa Rowobranten (Kabupaten Kendal) yang merupakan “kantong” buruh migran. Menurutnya, di dua daerah itu ditemukan satu ruang penampungan yang diisi 500 hingga 1.000 orang calon tenaga kerja wanita (TKW). “Penampungan tersebut sungguh tidak memadai, ditambah lagi kamar mandi yang terbatas, air terbatas, tidur dengan alas tikar, tidak ada ventilasi, makan dengan lauk tempe atau kerupuk, dipaksa diet jika badan kegemukan, dan dipulangkan saat sakit. Bahkan kejamnya, mereka dipaksa menggugurkan kehamilan,” katanya dengan mimik wajah serius.

Adapun kelompok perempuan korban kekerasan di Bandarharjo, Kota Semarang, dan kelompok korban eksploitasi seksual di Bandungan, Kabupaten Semarang, nasibnya juga tak jauh beda. “Kebanyakan perempuan korban kekerasan di Bandarharjo Semarang terjadi di rumah tangga yang terindikasi karena beberapa masalah rumah tangga yang mendera yang sifatnya klasik, seperti kesulitan ekonomi keluarga, tekanan dari istri dan anak agar memenuhi kebutuhan keluarga, dan lain-lain,” tuturnya.

Sedangkan kelompok perempuan korban eksploitasi seksual Bandungan, dia menceritakan bahwa ada beberapa anak korban eksploitasi seksual yang mengalami pendarahan dan tidak mengerti kesehatan reproduksi. Akibatnya, mereka terinfeksi HIV serta mengalami permasalahan organ reproduksi. “Jika sudah begitu, mereka sendiri yang akhirnya kesulitan menangani kondisi tubuhnya. Mereka yang menderita sendiri, kurang perhatian dari lingkungan sekitarnya, apalagi dari pihak yang mengeksploitasinya. Untuk itu, tak boleh diulur-ulur lagi, pemerintah harus segera bertindak agar tak banyak lagi jatuh korban para perempuan yang masih polos,” ujarnya.

Eva memperkirakan, kemungkinan kasus kekerasan dan diskriminasi berbasis gender juga terjadi di luar daerah yang diteliti pihaknya bersama mitra. Bahkan bisa jadi, di daerah lain itu kasusnya lebih parah ketimbang yang diteliti. “Kami berusaha melakukan penelitian di luar empat daerah yang sudah kami teliti. Kami juga akan terus mengadvokasi kelompok perempuan rentan kekerasan dan diskriminasi agar haknya terpenuhi, di samping mengawal pula hingga kasusnya tuntas,” katanya.
05 May 2010 06:04 WIB : Berita Pendek

Buruh Tuntut Pemerintah Lebih Peduli

Ratusan massa dari berbagai organisasi turun ke jalan dalam peringatan Hari Buruh International di Yogyakarta (1/5). Front Oposisi Rakyat Indonesia (FORI), yang merupakan aliansi beberapa lembaga, mengawali aksi dengan melakukan orasi di depan Ambarukmo Plaza, wilayah kerja Serikat Pekerja Carrefour Indonesia.

10 May 2010 10:21 WIB : Berita Pendek

Menurunkan Kematian Ibu Melahirkan, Menggalakkan Gerakan Sayang Ibu

Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BK-PP) di Kabupaten Barito Utara akan melaksanakan program Gerakan Sayang Ibu (GSI). Kepala BK-PP Barito Utara Drs. H. Bambang Edy Prayitno M.M. mengatakan pertengahan Mei ini akan dilaksanakan rapat koordinasi dengan pihak terkait untuk memantapkan program kegiatan GSI di setiap kecamatan di kabupaten Barito Utara.

Bambang mengatakan program GSI ini bertujuan menurunkan angka kematian ibu melahirkan dan kematian bayi, meningkatkan status gizi ibu dan anak serta meningkatkan perkembangan otak. "Program ini juga bertujuan memantau kehamilan ibu secara baik, pemeriksaan dan pemberian imunisasi kepada ibu-ibu hamil dan penggalakan masyarakat dalam posyandu," katanya.

10 May 2010 11:11 WIB : Berita Foto

DIY Segera Memiliki Pergub PRT

Di Propinsi DIY tercatat sekitar 37 ribu pekerja rumah tangga (PRT), 1,5% dari total PRT di Indonesia. Meski begitu, belum ada pengakuan PRT sebagai pekerja, termasuk dari segi hukum, yang berakibat pada buruknya nasib PRT.

17 May 2010 12:17 WIB : Berita Foto

Buktikan Tak Objekkan Komunitas, Selamatkan Warga Ngebong

Penutupan daerah Bong Suwung yang dilakukan oleh PT KAI DAOP VI, ternyata tidak hanya berdampak pada warga pedagang dan pemilik warung tempel saja, namun masih ada 55 KK lainnya dan pengusaha parkir yang juga mengais rejeki ditempat itu.

17 May 2010 12:19 WIB : Berita Panjang

Ngebong yang 'Diobong'

Wajah Ratmi nampak kelelahan, petak warung yang menjadi sumber utama penghasilannya sudah ia bongkar (12/5). Biasanya dari warung ini, Ratmi masih bisa mengais Rp 30.000,- setiap harinya, meski dengan susah payah. Kini Ratmi kebingungan mencari cara untuk mengisi perutnya dan perut keluarganya. Kemana lagi harus mencari nasi?

25 May 2010 09:23 WIB : Berita Panjang

Izin Panggung Keberagaman Ditolak, Panitia Mubeng Alun-alun Kidul 18 Kali

Panggung Keberagaman, sebagai acara penutup rangkaian peringatan International Day Against Homophobia (IDAHO) yang sedianya akan dilaksanakan di Sasono Hinggil, Sabtu (22/ 5), terpaksa dibatalkan panitia pelaksana. Pasalnya, surat izin penggunaan tempat dari pengelola Sasono Hinggil yang sudah dikantongi panitia dicabut kembali.

02 Jun 2010 13:51 WIB : Berita Foto

Meningkat, Kasus KTD Remaja di Semarang

“Alur dan konsep cerita kaya akan ide dan proses pembelajaran bagi remaja. Acara ini mestinya sering diselenggarakan untuk meminimalisasi dampak buruk dari pergaulaan bebas yang kini makin marak,” kata Ian (21) mahasiswa IAIN Walisongo Semarang.

09 Aug 2010 13:31 WIB : Berita Pendek

KDRT Dipicu Masalah Ekonomi

Peningkatan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), berdasarkan pengamatan dan kunjungan langsung pada korban, dipicu masalah ekonomi. Hal ini diungkap Dra. Emy Pudjia, Kepala Bagian Peningkatan Kesejahteraan Keluarga dan Perlindungan Anak (BPPA) Kobar.

  • <a href='?lang=&rid=47&id=54'>Evarisan, SH, MH</a> Pelaku Kekerasan Terhadap Perempuan Harus Dikucilkan

    Kekerasan terhadap perempuan terus meningkat. Upaya menguranginya sudah dilakukan. Apakah upaya yang dilakukan memang tidak efektif? Hadziq Jauhary dari Swaranusa,  melakukan wawancara khusus dengan Evarisan, SH, MH, aktivis hak asasi perempuan dari Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia [LRC-KJHAM].

  • <a href='?lang=&rid=47&id=26'>Orry Lesmana (Oriel)</a> Organisasi Komunitas Sebagai Basis Gerakan

    Gerakan LGBT belakangan ini semakin menguat. Di sisi lain, stigmatisasi juga semakin mengeras. Bagaimana startegi komunitas LGBT dalam menghapuskan stigma dan diskriminasi? Berikut wawancara Hadziq Jauhary dari Swaranusa Biro Jawa Tengah, dengan Orie Lesmana, aktivis hak asasi manusia dari komunitas gay.

    Bagaimana gerakan LGBT belakangan ini?

  • <a href='?lang=&rid=47&id=53'>Ronald Ambrosius</a> Berencana Menambah Asrama Perempuan

    Para mantan pengguna narkoba masih sering dianggap sebagai sampah masyarakat. Akibatnya mereka kesulitan bermasyarakat. Padahal mereka yang telah keluar dari jeratan narkoba memiliki segudang pengalaman yang dapat dibagi dengan sesama. Berikut wawancara Dwi Prasetyo dari Swara Nusa dengan Ronald Ambrosius, Kepala Panti Rehabilitasi Narkoba "Galilea Miracle Center" Kalimantan Tengah tentang rehabilitasi narkoba.

Halaman Anggota
Username
Password
Lupa Password
Mendaftar
Langganan via Email
Jajak Pendapat
Apa pendapat Anda terhadap peningkatan anak-anak yang terinfeksi HIV?
Kegagalan program PMTCT
KPAN tidak memiliki strategi
Tidak adanya informasi
Editorial
Hanya Pengingat, Tidak Lebih

Proses panjang, 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan telah dilalui bersama. Berbagai kreasi dimunculkan untuk memperingati berbagai hari penting, mulai dari 25 Nopember, 1 Desember dan 10 Desember. Untuk tahun 2009 amat terasa, dua hari penting lain yang tahun sebelumnya tak begitu terasa denyutynya, Hari Difabel dan Hari Anti Korupsi.

Pesan Singkat
  • 02 08 10 - Imroatus Sholihah:
    Masalah penyimpangan perilaku seks di kalangan remaja BUKAN karena kurang pendidikan seks, TAPI KARENA remaja tidak paham aturan agama, mana yang halal, mana yg haram. Bgaimana dia punya pedoman dalam bergaul. Masalah remaja timbul karena sistem liberal dan karut marut di negara ini.
  • 02 08 10 - Imroatus Sholihah:
    Masalah penyimpangan perilaku seks di kalangan remaja BUKAN karena kurang pendidikan seks, TAPI KARENA remaja tidak paham aturan agama, mana yang halal, mana yg haram. Bgaimana dia punya pedoman dalam bergaul. Masalah remaja timbul karena sistem liberal dan karut marut di negara ini.
  • 12 06 10 - ilahtea:
    kawan2 swaranusa, kita jadikan isu ini menjadi isu nasional yuk. kumpulkan artikel dan data2 dari berbagai daerah tetang pentingnya pendidikan seks.
  • 11 06 10 - ridho:
    justru karena pemerintah tidak memberikan informasi yg memadai untuk remaja, jadinya remaja mencari informasi yang salah tentang kesehatan reproduksi
  • 11 06 10 - galink:
    pendidikan seks kan bukan pendidikan buat ngajarin seks? gimana tho??
  • 10 06 10 - ilahtea:
    kawan, perlukah pendidikan seks di sekolah?? kayanya setuju sama mentri pendidikan., anak2 dah lebih jago ngeseks dari film bokep dibanding harus diajarin di sekolah ^_^
  • 06 06 10 - galink:
    benar, negara belum memberikan kontribusi, malah terus melakukan diskriminasi pada LGBT
  • 05 06 10 - ilahtea:
    hanya ada 1 harapan yang tersisa di negri ini.... cinta!!!
  • 01 06 10 - cornel:
    negara kita blm bsa kasih konstribusi buat LGBT, bagaimana tanggapan kalian?
  • 19 05 10 - wete:
    ada problem multikulktural di tengah masyarakat indonesia, meskipun ada pendidikan karakter sifatnya masih lip service...
  • 08 05 10 - polo:
    terus berjuang
  • 07 02 10 - heni:
    toleransi itu penting!!!!
  • 28 12 09 - Hadziq:
    Indahnya dunia kalau kita saling toleransi. Indahnya hidup kalau kita saling menghargai.
BannerAds
Safe Sex50thn PKBI
Kontak ke SwaraNusa
Pencarian