Diskusi Publik "LGBT dalam Media Massa" : PLU Satu Hati dan Prodi Ilmu Komunikasi UAJY akan mengadakan Diskusi Publik "LGBT dalam Media Massa" dengan narasumber Ashadi Siregar (Direktur LP3Y), D. Danarka Sasangka, MA (Wakaprodi Ilmu Komunikasi UAJY), dan Elok (aktivis LGBT). Bertempat di Ruang Seminar, Gedung Perpustakaan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (Kampus IV FISIP) Jalan Babarsari 44 Yogyakarta 55281. Selasa, 29 Juni 2010, jam 13.00-16.00WIB Aksi Damai : Solidaritas Peduli AIDS Yogyakarta(SPAY) menggelar aksi damai memperingati Hari AIDS Internasional,1 Desember 2009 Masukan : Professor Adeeba Kamarulzaman, Co-chair, Scientific Committee for XVIII International AIDS, mencari masukan untuk isu dan topik di berbagai negara yang dianggap penting untuk dibahas dalam Scientific Program, termasuk dalam Plenary dan Abstract. Nomor free call untuk crisis centre GEMPA SUMATERA : 0751-9824971, 0751-9824972, 0751-9824973, 0751-9824974, 0751-9824975, 0751-9824976, 0751-9824977, 0751-9824978, 0751-9824979, 0751-9824980 Tema : ICAAP ke-10 akan dilakukan di Busan Korea Selatan pada tahun 2011, dengan tema "Different Voices-United Actions". Diskriminasi : Purnima Mane, Deputy Direktur Pelaksana UNFPA menyerukan diakhirinya diskriminasi terhadap kelompok yang berada dalam resiko tertular HIV. Ketidakadilan : Menurut Geeta Rao Gupta dari Internasional Center for Research on Women, akses terhadap tindakan dan perawatan bagi yang terinfeksi HIV masih terjadi ketidakadilan jender. Tidak Terwakili : ICAAP merupakan forum yang diikuti oleh masyarakat dari berbagai negara, sektor, dan latar belakang berbeda untuk berbagi strategi, saling belajar dan merencanakan aksi bersama. Taskforce for Empowerment of Migrants Living with HIV and Their Spouse menyayangkan, karena buruh migran ternyata tidak terepresentasikan dalam forum komunitas maupun program dalam ICAAP. Akses : Komunitas menuntut disediakannya akses bagi perempuan dan remaja dalam perencanaan dan program layanan kesehatan reproduksi dan seksual yang komprehensif. Sukses : Michel Sidibe, UNAIDS Executive Director menilai negara-negara di Asia Pasifik mulai menunjukkan keberhasilannya dalam penanggulangan HIV dan AIDS.

03 Apr 2009 09:47 WIB : Hasil Riset dan Investigasi

Catatan Riset Aksi Komunitas PKBI DIY Tahun 2007

Untuk merancang program komunikasi yang efektif di kalangan komunitas mitra strategisnya, PKBI DIY melakukan riset aksi bersama komunitas gay, remaja jalanan, waria dan perempuan pekerja seks di Yogyakarta. Riset ini bertujuab sebagai perencanaan bersama komunikasi untuk komunitas mengenai kesehatan reproduksi dan seksual, jender dan Hak Asasi Manusia.
03 Apr 2009 12:47 WIB : Cerita Sukses

Lesson Learnt Program HIV/AIDS di Perempuan Pekerja Seks

Pengalaman proses pelaksanaan program HIV dan AIDS untuk Perempuan Pekerja Seks di Papua New Guine, India dan Bangladesh, merupakan salah contoh keberhasilan pelaksanaan program. Berikut merupakan kisah sukses, yang dirilis oleh UNAIDS.
26 Apr 2009 01:01 WIB : Berita Foto

Kantor Berita Alternatif untuk Isu Kesehatan Seksual, Reproduksi, Jender, dan HAM

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Bali bersama 11 PKBI Provinsi lain mendirikan kantor berita alternatif untuk isu kesehatan seksual dan reproduksi, jender, dan hak asasi manusia (HAM) dengan nama SwaraNusa. Kantor berita berbasis online ini disambut sejumlah komunitas. Seperti, komunitas remaja, NGO, dan instansi pemerintah di Bali dengan menyatakan komitmen pengembangan content dan isu. Hal ini terangkum dalam diskusi diseminasi di kantor PKBI Bali, dua pekan silam.

27 Apr 2009 15:28 WIB : Manual

Strategi Pengorganisasian Komunitas

Dalam gerakan perubahan sosial, komunitas merupakan subyek dalam proses advokasinya. Karenanya, community-based organization (CBO) menempati urutan utama dalam melakukan berbagai agenda advokasi itu sendiri. Berikut merupakan gagasan reflektif dalam langkah-langkah pengembangan CBO yang mungkin untuk dilakukan.
29 Apr 2009 21:26 WIB : Berita Foto

Be A Man Tetap Tayang, KPI Dituduh Mandul

Komunitas Waria Yogyakarta, mengajukan keberatan atas tayangan program Be A Man. Protes dikirim, melalui Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Yogyakarta ketika program ini pertama kali ditayangkan salah satu stasiun televisi. Surat itu sudah dikirimkan ke KPI Pusat, tetapi belum ada kemajuannya. Sonya, dari komunitas waria Yogyakarta, menuduh KPI mandul.

29 Apr 2009 22:04 WIB : Hasil Riset dan Investigasi

Riset Aksi Bersama Komunitas Waria, PPS, Gay dan Remaja Jalan

Riset ini dilakukan untuk merencanakan program bersama komunitas di Yogyakarta dalam agenda perjuangan identitas dan membangun tindakan kolektif untuk mengurangi prevalensi HIV dan AIDS, stigma dan diskriminasi.
29 Apr 2009 23:55 WIB : Berita Singkat (News Ticker)

Gay

MUI, Departemen Agama dan Polres Kota Tasik Malaya akan mengumpulkan gay untuk pembinaan
05 May 2009 09:01 WIB : Berita Pendek

Tindakan Represif Satpol PP Digugat

Komisi D DPRD DIY, hanya bisa berjanji akan melakukan koordinasi berkaitan dengan tindakan represif yang seringkali dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), terhadap komunitas, seperti remaja jalanan, waria dan perempuan pekerja seks.

05 May 2009 11:56 WIB : Publik

Pernyataan Sikap Penolakan Kegiatan MUI Tasikmalaya

Berbagai organisasi berbasis keragaman orientasi seksual, secara bersama-sama mengeluarkan pernyataan sikap untuk menolak rencana MUI dan Departemen Agama Kota Tasik Malaya mengumpulkan gay untuk di bina, karena gay dianggap sebagai penyakit jiwa.
05 May 2009 12:18 WIB : Berita Pendek

MUI Tasikmalaya Dituduh Melakukan Kebohongan Publik

Pernyataan MUI Kota Tasik Malaya mengenai “penyakit mental” terhadap homoseksual [gay-Red], sangat tidak relevan dan mengarah pada kebohongan publik. Sikap seperti ini sangat tidak dapat dibenarkan dan harus ditentang.

Pernyataan itu disampaikan puluhan organisasi yang peduli terhadap keragaman orientasi seksual, di Indonesia, berkaitan dengan kegiatan MUI dan Departemen Agama Kota Tasikmalaya. Dua lembaga ini memiliki rencana mengumpulkan gay untuk dibina karena mereka mengalami penyakit mental. “Tindakan ini menyebabkan pengurangan serta penyimpangan seseorang untuk menikmati hak-haknya,” tulis kelompok ini, yang salah satunya Gaya Nusantara, Surabaya.

08 May 2009 13:48 WIB : Berita Pendek

Perjuangan Identitas, Memerlukan Strategi Persuasif

Rencana MUI Kota Tasikmalaya mengumpulkan 900 orang gay untuk bertaubat dan disembuhkan karena dianggap mengalami ‘gangguan mental’, mendapat reaksi keras dari berbagai pihak, terutama komunitas homoseksual. Apakah reaksi keras ini memang sudah pada tempatnya?

12 May 2009 00:29 WIB : Wawancara Eksklusif

Menolak Keragaman Orientasi Seksual, Melanggar HAM

Berbagai informasi mengenai keberagaman orientasi seksual memang belum luas, tersampaikan ke masyarakat. Termasuk, soal negeri ini, pernah menjadi tuan rumah pertemuan internasional, yang merumuskan Jogjakarta Principle. Sebuah dokumen internasional, mengenai keragaman orientasi seksual, termasuk agenda tindaknya. Berikut wawancara Surya dengan Muhammad Syukri Darban, aktivis PLU Satu Hati, Yogyakarta. 

12 May 2009 13:31 WIB : Berita Foto

Tindakan MUI Tasikmalaya, Berlebihan

Berbagai pihak menanggapi beragam rencana pentaubatan gay di Tasikmalaya. Prof Dr KH Muslich Shabir, MA dari MUI Jawa Tengah, menilai langkah yang diambil MUI dan Depag Tasikmalaya tepat. Tetapi terlalu ekstrem jika sampai bertaubat.

12 May 2009 14:18 WIB : Wawancara Eksklusif

Dialog, Strategi Efektif Perjuangan Gay

Perjuangan identitas dan hak orientasi seksual masih harus menempuh jalan panjang. Para pemangku kepentingan mempertahankan parameternya sendiri. Komunitas Gay berusaha keras tetap eksis dan berusaha meluruskan pandangan masyarakat. Bagaimana gerakan perjuangan identitas mereka? Bagaimana respon mereka terhadap sikap MUI dan Depag Tasikmalaya yang akan membina dan menaubatkan? Berikut penuturan Orry Lesmana, aktivis perjuangan identitas gay dengan Hadziq Jauhary dari Swara Nusa.

12 May 2009 14:41 WIB : Wawancara Eksklusif

Pentaubatan itu, Memaksakan Kehendak

Gerakan pentaubatan yang hendak dilakukan terhadap komunitas Gay dianggap pemaksaan kehendak. Pasalnya, keragaman orientasi seksual merupakan hak yang melekat dalam diri seseorang. Kekerasan juga sering dialami komunitas Gay dan Waria. Bahkan terjadi juga penangkapan terhadap para pendamping di lapangan. Berikut wawancara Luh de Suryani dari Swara Nusa dengan Sofie, Program Manajer Gaya Dewa Denpasar.

16 May 2009 01:46 WIB : Berita Foto

Dukungan Seorang Ibu

"Orientasi seksual itu hak pribadi. Hak Asasi Manusia," kata Missatun, ibu dari seorang waria, memberi dukungan terhadap keberagaman orientasi seksual, dalam diskusi rangakaian acara Hari Internasional Anti-Homophobia, Jumat (15/5) di Gedung Pengurus Wilayah NU DIY.
16 May 2009 12:19 WIB : Artikel/Makalah/ Paper/Bahan Presentasi

Prinsip-prinsip Yogyakarta

Prinsip-Prinsip Yogyakarta (Yogyakarta Principles) lahir melalui forum pertemuan ahli hukum internasional di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada tanggal 6 sampai 9 November 2006 . Forum ini menyikapi berbagai masalah standar internasional tentang HAM dan  aplikasinya terhadap isu-isu orientasi seksual dan identitas gender. Dokumen ini memberikan garis besar secara singkat mengenai Prinsip-Prinsip tersebut, serta beberapa contoh aplikasinya.
19 May 2009 13:45 WIB : Wawancara Eksklusif

Melawan Homophobia dengan Membangun Jaringan

Homoseksual masih dipahami secara luas sebagai keadaan jiwa yang tidak normal, penyakit mental atau gangguan kejiwaan. Meski pemahaman semacam ini benar, tetapi dalam konteks perkembangan disiplin ilmu psikologi tahun 60-an. Lalu, homophobia muncul menjadi salah satu fenomena dengan menguatnya homoseksual. Berikut wawancara Sulis Styorini, Swara Nusa Biro Surabaya, dengan Maria Mustika, kepala Seksi Advokasi Gaya Nusantara, Surabaya.

19 May 2009 14:30 WIB : Berita Panjang

Jaringan LGBT Yogyakarta, Menuntut Pengakuan Keberagaman Seksual

Jaringan LGBT Yogyakarta, gabungan lembaga peduli hak-hak LGBT, Perempuan, dan Gender menuntut dihapuskannya kekerasan dan tindak diskriminatif berbasis orientasi seksual. Mereka melakukan aksi damai di depan Gedung Agung dan Kantor Pos Besar Malioboro, Yogyakarta, Minggu (17/5).

20 May 2009 10:39 WIB : Hasil Riset dan Investigasi

Studi Diskriminasi terhadap Komunitas LGBT di Indonesia

Stigma dan diskriminasi terhadap komunitas LGBT di Indonesia masih sangat kuat. Dikeluarkannya homoseksualitas dari daftar gangguan jiwa di dokumen Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ) II (1983) dan PPDGJ III (1993) belum mampu membuka kesadaran masyarakat bahwa komunitas gay dan lesbian memiliki hak yang sama dengan komunitas lainnya untuk diakui dan bukanlah komunitas yang menderita gangguan jiwa. Adalah tanggungjawab negara untuk menjamin hak dan perlindungan bagi komunitas LGBT lewat kebijakan yang non-diksriminatif. Berikut adalah dokumen hasil studi yang dilakukan LSM Arus Pelangi yang didukung oleh TIFA Foundation tentang kasus-kasus diskriminasi yang terjadi pada komunitas LGBT di berbagai daerah di Indonesia. Peneliti mengkritisi dan mendesak petanggungjawaban negara yang terlibat dalam menciptakan stigma dan diskriminasi sistemik terhadap komunitas LGBT.

20 May 2009 13:10 WIB : Artikel/Makalah/ Paper/Bahan Presentasi

PPDGJ III, ICD 10 dan DSM-IV

Anggapan bahwa homoseksualitas adalah bentuk dari gangguan kejiwaan tidaklah beralasan.

26 May 2009 23:28 WIB : Berita Pendek

Fatwa MUI Tak Selamanya Mencerminkan Syariat

Ketika agama telah bercampur dengan politik, banyak fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) diduga pesanan dari pihak lain. Bau itu agaknya tercium pula dalam kebijakan MUI Tasikmalaya yang akan mentaubatkan 900 kaum gay.

01 Jun 2009 19:45 WIB : Berita Pendek

Tanpa Data yang Kuat, Advokasi Lemah

Pengelolaan pengetahuan dan pengalaman penguatan komunitas menjadi perhatian pegiat HIV-AIDS, Gender dan HAM. Selama ini hanya fokus pada penanggulangan HIV-AIDS, melupakan pendokumentasian sebagai media pembelajaran bagi publik dan pemangku kebijakan.

12 Jun 2009 11:11 WIB : Berita Foto

Menggandeng Pemangku Kepentingan

Kantor Berita Swara Nusa Biro Palembang, melakukan sosialisasi Kantor Berita Swara Nusa kepada Stakeholder, pekan lalu. Hadir dalam pertemuan ini para pemangku kepentingan strategis dalam penanggulangan HIV dan AIDS.
25 Jul 2009 12:15 WIB : Wawancara Eksklusif

Dialog, Strategi untuk Perjuangan Identitas

Pluralitas (keberagaman) adalah sesuatu yang ada di sekitar kita. Bukan hanya suku, agama, ras, dan antargolongan, pluralitas mencakup banyak hal. Persoalan jender dan orientasi seksual saat ini menjadi isu yang semakin sering dibicarakan. Kelompok minoritas--kelompok di luar kelompok mainstream--berupaya keras supaya keberadaan mereka diterima di masyarakat luas. Lantas upaya apa saja yang perlu dilakukan dalam mengelola keberagaman yang ada? Berikut wawancara Desi Susany dari Swaranusa dengan Listia, S.Ag, M.Hum, seorang peneliti pluralisme di Institute DIAN/Interfidei.

29 Oct 2009 22:53 WIB : Berita Pendek

Sembilan Tuntutan Remaja Yogyakarta

Forum Komunitas Untuk Keberagaman (FKUB), aliansi SUKMA (Suara Komunitas Untuk Keberagaman) dan Youth Forum DIY melakukan aksi Hari Sumpah Pemuda, kemarin (28/10). Mengusung tema, '81 Tahun Terpasungnya Hak-Hak Remaja', mereka menutup mulut dengan kain hitam.

01 Dec 2009 14:13 WIB : Berita Foto

SPAY: Menuntut Segera Akui Pekerja Seks Sebagai Profesi

Tingginya kasus infeksi HIV di Yogyakarta,  sampai September 2009 terdata sebanyak 839 kasus, merupakan dampak dari Stigma HIV dan AUDS sebagai persoalan amoral”. Lalu melahirkan perlakuan diskriminatif.

02 Dec 2009 00:30 WIB : Berita Panjang

Tanpa Perspektif Gender dan HAM, Penanggulangan HIV dan AIDS Sia-sia

Puluhan orang dari beberapa organisasi berbasis komunitas (CBO) dan Civil Society Organization (CSO), yang tergabung dalam Solidaritas Peduli AIDS Yogyakarta (SPAY), melakukan aksi damai dengan turun ke jalan memperingati hari AIDS se Dunia, hari ini, di Yogyakarta.

11 Dec 2009 08:28 WIB : Berita Panjang

Dr. Zulfa: Pemerintah Jangan Lagi Manis Di Bibir

Tahun 2010 menjadi terminasi pertama pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang tinggi. Sementara tahun 2015 menjadi batasan agenda nasional dan internasional untuk pencapaian kesehetan untuk semua orang. Termasuk kesehatan reproduksi dan seksual.

09 Jan 2010 11:03 WIB : Wawancara Eksklusif

Terpanggil Keinginan Waria Ber-Tuhan

Mayoritas masyarakat memandang komunitas Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, Intersek dan Queer (LGBTIQ ) sebagai kelompok menyimpang. Akibatnya, sedikit tokoh agama mau terlibat menjawab kebutuhan religius kelompok LGBTIQ. Komunitas semakin terpinggirkan dan terstigma. Berikut wawancara Novan dari Swara Nusa dengan Abdul Muis Gazali, mahasiswa Magister Pendidikan Pemikiran Islam Universita Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang saat ini menjadi pengajar di Pesantren Waria Al Fattah Yogyakarta.

10 Mar 2010 12:43 WIB : Berita Foto

Belenggu Perempuan, Konservatisme Agama Harus Diakhiri

Memperingati Hari Perempuan Internasional, sejumlah lembaga yang tergabung dalam Jaringan Perempuan Yogyakarta (JPY) menggelar aksi simpatik di perempatan Kantor Pos Besar Yogyakarta (8/3). Aksi ini, mengusung tema Bersatu untuk Kesetaraan, dan mengangkat hak-hak LGBT, pekerja seks dan pekerja rumah tangga. 

JPY mengajak seluruh elemen mayarakat bersatu memperjuangkan kesetaraan dan menuntut pemerintah agar memenuhi hak-hak dasar perempuan. International Women's Day (IWD) 2010 menjadi momentum melakukan evaluasi persoalan-persoalan ketidakadilan gender dan menyadarkan masyarakat untuk melakukan peran kontrol terhadap pemerintah. Khususnya pelanggaran dan perlakuan diskriminatif yang terjadi. JPY meminta pemerintah segera mencabut kebijakan-kebijakan diskriminatif dan memberikan jaminan perlindungan bagi buruh migran, memberikan pengakuan PRT sebagai pekerja formal yang mendapat hak yang dilindungi negara.

“Kita ingin menyuarakan persoalan dari berbagai keberagaman isu, mengingat persoalan perempuan tak pernah berdiri sendiri sebagai persoalan tunggal,” kata Inna Hudaya, Koordinator Peringatan International Women's Day JPY 2010.

Ipeh, Koordinator Lapangan,  mengatakan IWD perempuan harus keluar dari kungkungan dan belenggu sebagai perempuan rumahan. Pelabelan perempuan baik-baik yang tidak keluar rumah, telah membelenggu posisi perempuan mencapai kesetaraan. Belenggu itu dilahirkan dari konservatif agama yang harus segara diakhiri. "Perempuan mulai menyadari atas ketidakadilan yang menimpanya, akibat paham yang masih konservatif terhadap agama," ujarnya.

JPY menilai Kementerian Perempuan dan Anak belum mampu berbuat banyak dalam upaya terciptanya kesetaraan gender di Indonesia. Hal ini merupakan cerminan sikap pemerintah yang belum pro perempuan. Sejumlah kebijakan yang dibuat belum mampu menjalankan amanat bangsa untuk mewujudkan kesejahteraan, keadilan dan kebinekaan. JPY menyebutkan data, antara tahun 1999 hingga 2009 ada 154 kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tingkat daerah (19 di tingkat propinsi, 134 di tingkat kabupaten kota dan 1 di tingkat desa) dinilai menjadi sarana pelembagaan diskriminasi terhadap perempuan, dari tujuan dan dampaknya.

JPY juga menilai, selain masalah ras dan kepercayaan, ketimpangan juga terlihat pada kelompok yang dimarginalkan karena orientasi seksual dan identitas gendernya, lesbian, waria dan gay. Munculnya blok-blok mayoritas yang dilanggengkan negara justru makin memperparah kekerasan yang terjadi. Termasuk persoalan pekerja rumah tangga (PRT), buruh migran, hak-hak reproduksi perempuan. Persoalan-persoalan ini menunjukkan pemerintah tidak serius dalam menjalankan mandat Convention on the Elimination Of All Form of Discrimination Againts Women (CEDAW) 1984 yang telah diratifikasi dalam UU No 7 Tahun 1984 dan perjanjian lain yang ditujukan bagi keadilan dan perbaikan hidup perempuan.

"Pemerintah harus mendengar aspirasi mereka," kata Bela dari SMA 10 Yogyakarta, yang mengomentari perjuangan hak-hak perempuan bersama temannya, Ira dan Dien.

Selain aksi simpatik, JPY menggelar sejumlah kegiatan lain seperti diskusi publik, workshop, pemutaran film, seminar, bedah buku dan diakhiri dengan Panggung Kesetaraan "Dramatic Reading CEDAW" pada 18 Maret 2010.

10 Mar 2010 11:59 WIB : Berita Panjang

Format Laporan PKVHI, Langkah Mundur

Dalam penanggulangan HIV dan AIDS data base memegang peranan sangat penting. Sayangnya, sampai saat ini belum ada data pilah yang bisa mengidentifikasi kunjungan voluntary counseling test (VCT) karena inisiasi sendiri, mandatory (keharusan/paksaan) atau inisiasi petugas kesehatan. Bahkan, belum mampu memastikan  temuan infeksi baru atau lampau.

15 Mar 2010 16:24 WIB : Wawancara Eksklusif

Organisasi Komunitas Sebagai Basis Gerakan

Gerakan LGBT belakangan ini semakin menguat. Di sisi lain, stigmatisasi juga semakin mengeras. Bagaimana startegi komunitas LGBT dalam menghapuskan stigma dan diskriminasi? Berikut wawancara Hadziq Jauhary dari Swaranusa Biro Jawa Tengah, dengan Orie Lesmana, aktivis hak asasi manusia dari komunitas gay.

Bagaimana gerakan LGBT belakangan ini?

18 Mar 2010 20:34 WIB : Berita Foto

Konseling Bukan Pemberian Informasi

Pamuji, bukan nama sebenarnya (60) merasa bingung dengan statusnya, saat mendapat diagnosa HIV positif dari Balai Pengobatan Penyakit Paru-paru (BP4) Yogyakarta. Sekalipun ia telah mendapat rujukan dan mengakses layanan CST di RSUP. DR Sardjito. "Informasi yang diberikan belum Jelas," ujarnya di Griya lentera PKBI, kemarin.

25 Mar 2010 11:13 WIB : Berita Pendek

Tuntutan Kesetaraan di Balik Lantun Puisi

Perempuan masih menghadapi ketidakadilan, seperti buta huruf, upah kerja yang rendah, jam kerja lebih panjang, dan kekerasan. Ketidakadilan terjadi di banyak sektor, termasuk produk kebijakan yang masih mendiskriminasi perempuan seperti UU Anti Pornografi dan kuota 30% perempuan di parlemen yang belum terpenuhi. Hal ini disampaikan Jaringan Perempuan Yogyakarta (JPY) dalam sesi penutupan seluruh rangkaian peringatan Hari Perempuan Internasional, pekan silam.

Persoalan lain yang dihadapi perempuan, angka kematian ibu ( AKI )  yang belum menurun, praktek pernikahan di bawah umur yang justru dilindungi, dan poligami masih diamini. Potret ketimpangan gender juga tampak dari pemenjaraan politik identitas, seperti yang dialami Lesbian ,Gay, Biseksual, dan Trasnsgender  (LGBT) karena orientasi seksnya. "Paradoks," kata Enik Maslahah, Koordinator Acara Penutupan Hari Perempuan International.

Panggung kesetaraan sebagai bentuk manifestasi berbagai gagasan, dengan mengangkat isu Dramatic Reading Of CEDAW, menurut Enik merupakan media untuk menyampaikan tuntutan dengan cara yang berbeda dan ajang sosialisasi Covention on the Ellimination of All Forms Of Discrimination Againts Women (CEDAW ) dan diratifikasi Pemerintah Indonesia dengan diundangkannya UU No. 7 Tahun 1984.

Ginanjar Wilujeng, mahasiswa  Universitas Widya Mataram, tampil membacakan puisi karya Idaman Andarmosoko berjudul AKU PEREMPUAN PETARUNG. Ginanjar bergabung dalam Panggung Kesetaraan, karena ini terlibat dalam aktivitas yang bisa membelalakkan mata masyarakat tentang kondisi ketidakadilan yang menimpa perempuan. Walaupun kondisi sekarang memang lebih baik dibandingkan dahulu, namun masih banyak PR yang harus diselesaikan. Kesempatan di dunia pendidikan, akses dan lapangan pekerjaan, bahkan kesempatan perempuan masuk dunia politik.

Menurut Ginanjar, budaya patriarki mengekang hak-hak perempuan. Sebut misalnya, UU Pornografi sebagai salah satu bentuk pemblengguan dan kontrol atas tubuh perempuan. "Puisi tadi menggambarkan peran perempuan di semua bidang, ekonomi, sosial dan budaya sangat dibutuhkan, bahakan di bidang ekonomi dominasi peran perempuan dipandangnya sangatlah luar biasa," katanya.

Sebelum pembacaan puisi, juga telah dipentaskan sebuah lakon perempuan dalam dunia ekonomi yang dibawakan teater Sintenasmane. Penjual sayur dan pengasong di kereta api menggambarkan kerja keras perjuangan hidup perempuan demi menafkahi keluarganya.
24 Mar 2010 22:08 WIB : Berita Panjang

ILGA Terancam Gagal, Bentuk Diskriminasi Negara Terhadap LGBT

Lagi lagi perjuangan identitas komunitas lesbian, gay, biseksual dan trangender ( LGBT ) dihadapkan pada sebuah persoalan. Konferensi International  Lesbian, Gay  dan Interseksual Asosiation (ILGA ) yang  sekiranya akan diselenggarakan pada kamis besok ( 25/3) hingga hari Minggu di kota Surabaya, belum mendapatkan ijin dari kepolisian setempat. Hal ini mendapat beragam respon yang keras dari para aktivis LGBT.

26 Mar 2010 10:27 WIB : Berita Panjang

Pemerintah Jangan Menambah Stigma dan Diskriminasi

Rencana pembatalan Konferensi Internasional Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Intersex Association (ILGA) di Surabaya yang sedianya digelar 26-28 Maret, menimbulkan keprihatinan beberapa pihak. Sikap polisi, MUI, dan Wakil Walikota Surabaya yang tidak menyutujui forum bertemunya puluhan pasangan gay dan lesbian serta transgender, dinilai sebagai ekspresi sikap homophobia pemerintah, polisi, maupun beberapa elemen masyarakat.

“Karena, bagaimanapun juga, teman-teman LGBT juga bagian dari warga negara Indonesia, sehingga punya hak yang sama dengan warga negara Indonesia yang lain,” kata Slamet Riyadi, pemerhati masalah hak asasi manusia yang juga aktivis Forum KiPAs Semarang.

26 Mar 2010 17:00 WIB : Berita Panjang

Negara Harus Melindungi Hak LGBT

Komunitas Lelaki suka Lelaki Manado mengaku kecewa ada penolakan terhadap Konferensi Internasional Lesbian, Gay, Bisexual, trans dan intersex Association ( ILGA) yang akan dilaksanakan di Surabaya, 26-28 Maret .  
Ririn, salah satu anggota komunitas ini mengatakan, pertemuan  kelompok ini sangat penting untuk eksistensi mereka.  Apalagi akan dihadiri peserta dari puluhan Negara se Asia.  Untuk itu dia merasa heran dan mempertanyakan penolakan yang terjadi. Sebenarnya lewat konferensi ini pihaknya berharap banyak.  Salah satunya,  bagaimana agar komunitasnya diakui sebagai bagian dari masyarakat umum sehingga mengurangi beban psikologis. Pertemuan ini diharapkannya juga mampu membentuk pengakuan publik atas mereka, dan mengikis anggapan sebagai sampah masyarakat.

27 Mar 2010 21:32 WIB : Berita Panjang

Banyak Yang Kecewa Konferensi ILGA Batal

Berbagai tekanan dilancarkan kepada komunitas gay, lesbian, transgender, dan intersex yang akan mengikuti Konferensi Internasional Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Intersex Association (ILGA) di Surabaya, yang sedianya digelar 26-28 Maret.

Puluhan peserta konferensi ILGA yang datang dari berbagai negera tersebut, terjebak di dalam sebuah hotel di Surabaya, sehingga menjadi kesulitan untuk keluar dari area hotel karena masih dikepung ormas Islam dari FPI dan FUI. “Mereka tampak ketakutan dengan kejadian ini,” kata Widodo Budidarmo, salah seorang panitia penyelenggara konferensi internasional ILGA ke-4 se-Asia.

27 Mar 2010 21:29 WIB : Berita Panjang

JAMGAMAN : Tuntut Kosistensi Negara Jalankan Mandat UUD 45

Perlawanan berbagai organisasi dan komunitas atas pencekalan yang dilakukan pemerintah terhadap konferensi International  Lesbian, Gay, Transgender dam Intersesks Asossiation ( ILGA ) , terus berlanjut.  Sejumlah organisasi sosial dan organisasi berbasis komunitas yang tergabung dalam Jaringan HAM untuk Keberagaman (JAMGAMAN ) berkumpul di  youth center PKBI DIY hari ini ( 26/3 ) untuk menyatakan sikap atas kejadian itu.

13 Apr 2010 12:07 WIB : Berita Panjang

Gendo: Kebebasan Bependapat di Indonesia Seolah-olah

I Wayan Suardana (34), akrab dipanggil Gendo pada 2005 dipenjara karena dianggap melakukan penghinaan simbol negara pada kasus pembakaran bendera Presiden SBY saat menolak kenaikan harga BBM. Kini ia menjadi advokat dan anggota Majelis Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Daerah Bali dan juga mengadvokasi kasus pelanggaran HAM pada pecandu narkotika di Bali. Gendo menyimpulkan kebebasan berpendapat di Indonesia hanya seolah-olah karena banyak produk hukum malah ingin mengkriminalkan. Terlebih kasus kekerasan kelompok mayoritas pada minoritas terus berlangsung dan sulit dipidanakan. Beikut wawancara Luh De Suriyani, Swaranusa Biro Bali, dengan Gendo mengenai pembatalan paksa konferensi ILGA di Surabaya pekan lalu.

Konferensi internasional LGBTIQ atau The 4th regional Lesbian, Gay, Transgender and Intersex Association (ILGA) conference di Surabaya, dipaksa dibatalkan oleh kelompok agama tertentu? Pendapat Anda?

Inilah problem berbangsa di Indonesia. Segala sesuatu perbedaan diselesaikan jalan kekerasan. Pembubaran Konferensi ini adalah salah satu peristiwa dari sekian banyak  peristiwa kekerasan atas nama kelompok agama tertentu.  Artinya budaya barbarisme sedang menghantui proses demokratisasi di Indonesia, baik dengan menggunakan idiom agama, suku ataupun paham tertentu termasuk dengan menggunakan logika kebenaran mayoritas yang pada akhirnya berujung kepada tirani mayoritas.

18 May 2010 17:29 WIB : Berita Panjang

Heteronormativitas ,Tutup LGBTIQ dari Perhatian Negara

Lesbian, gay, biseksual, transseksual, transgender, interseks dan queer (LGBTIQ) merupakan realitas sosial yang ada dalam masyarakat Indonesia. Keberadaannya seharusnya diakui, dihormati dan dilindungi negara, yang telah menyepakati dan menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia dengan meratifikasi berbagai konvensi internasional.

19 May 2010 11:49 WIB : Berita Foto

Ratusan Tanda tangan dan Pelukan, Warnai IDAHO Jogja 2010

Mereka tidak hanya berkomunikasi dan bersosialisasi saja tentang LGBTIQ, namun juga meminta dukungan masyarakat dengan meminta mereka membubuhkan tanda tangan pada T-shirt yang dikenakan dan diakhiri dengan pelukan tanda dukungan dan kasih sayang sebagai sesama warga masyarakat.

Aksi ini merupakan bagian Peringatan Hari Internasional Melawan Homophobia (IDAHO) 2010. Semua T-Shirt yang mereka kenakan, dipenuhi ratusan tanda tangan dari masyarakat, mulai dari buruh gendong beringharjo, tukang becak, pejalan kaki, dan semua mereka yang ditemui dalam perjalanan penggalangan dukungan.

25 May 2010 09:23 WIB : Berita Panjang

Izin Panggung Keberagaman Ditolak, Panitia Mubeng Alun-alun Kidul 18 Kali

Panggung Keberagaman, sebagai acara penutup rangkaian peringatan International Day Against Homophobia (IDAHO) yang sedianya akan dilaksanakan di Sasono Hinggil, Sabtu (22/ 5), terpaksa dibatalkan panitia pelaksana. Pasalnya, surat izin penggunaan tempat dari pengelola Sasono Hinggil yang sudah dikantongi panitia dicabut kembali.

25 May 2010 08:52 WIB : Berita Foto

Gagasan Pernikahan bagi Waria Mulai Dikembangkan

"Sebenarnya yang kita diskusikan bukan nikahnya, tetapi bagaimana kita bisa menyikapi dan menerima waria apa adanya," ujar Abdhul Muiz Ghozali, pengajar Pondok Pesantren Waria Al-Fatah Yogyakarta menjawab berbagai pertanyaan mengenai pernikahan waria saat tampil sebagai narasumber pada Diskusi Keberagaman Orientasi Seks dan Identitas Gender di Pusat Study Kebijakan (PSK) Universitas Gadjah Mada, awal pekan ini.

05 Jun 2010 10:45 WIB : Berita Pendek

Tidak Adil, Anggapan HIV Sebagai Kutukan Tuhan

"Masih ada anggapan HIV dan AIDS kutukan Tuhan. Akibatnya orang yang terkena HIV dan AIDS serta merta dipandang buruk, hina dan kotor.Seolah-olah semua yang terkena HIV telah melakukan dosa besar sehingga dikutuk Tuhan," kata KH. Hussein Muhammad, Pengasuh Pondok Pesantren Dar al Tauhid, Arjawinangin, Cirebon.

14 Jun 2010 11:17 WIB : Berita Panjang

Jelang Muktamar Muhammadiyah, AMUK Menolak Razia Gepeng

“Kami menolak keras razia yang dilakukan Satpol PP terhadap teman-teman kita yang hidup di jalanan menjelang Muktamar Muhammadiyah dengan alasan mengganggu keindahan tata kota,” kata Slamet Wasair, Koordinator Aksi Damai yang digelar Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan (AMUK) di depan Gedung Agung, Yogyakarta, (10/6).

07 Jul 2010 13:24 WIB : Artikel/Makalah/ Paper/Bahan Presentasi

Media (Alternatif) Berkawan Dengan LGBT

-This song about equality, If you are never givin the chance,
Then you are never able to show you can succeed!-

07 Jul 2010 13:23 WIB : Berita Pendek

Pekerja Media Tidak Memahami isu LGBT Secara Benar

Hal ini dikatakan Ashadi Siregar, Direktur LP3Y Yogyakarta dalam diskusi publik “LGBT dalam Media Massa”, Selasa, (29/6), bertempat di Ruang Seminar Gedung Perpustakaan Universitas Atma jaya Yogyakara. Selain Ashadi Siregar, hadir pula dalam diskusi tersebut D. Danarka Sasangka, MA (Dosen Ilmu Komunikasi UAJY) dan Elok (aktivis LGBT).

31 Aug 2010 07:44 WIB : Berita Pendek

IWAYO: Membangkitkan Kembali Raksasa Pejuang Hak Komunitas

“Harapan kami ini tentunya waria bisa diterima di masyarakat, bisa diakui oleh pemerintah, didukung semua kegiatannya, dan bisa diberi tempat di lapangan kerja mana saja” ujar Ketua IWAYO (Ikatan Waria Yogyakarta), Maryani. Harapan yang cenderung ‘biasa’ terdengar, namun itulah yang menjadi nafas organisasi IWAYO dalam memperjuangkan hak-hak waria sebagai gender ketiga. Menurut Maryani, image yang selama ini terbentuk di masyarakat juga tak pelak memang buah dari perbuatan waria, namun waria gadungan. “Mereka (waria gadungan, red.) berpura-pura jadi waria, berpakaian seperti perempuan, tapi ternyata garong yang berbuat jahat, jadi sangat merusak citra waria yang sebenarnya.”

  • <a href='?lang=&rid=47&id=54'>Evarisan, SH, MH</a> Pelaku Kekerasan Terhadap Perempuan Harus Dikucilkan

    Kekerasan terhadap perempuan terus meningkat. Upaya menguranginya sudah dilakukan. Apakah upaya yang dilakukan memang tidak efektif? Hadziq Jauhary dari Swaranusa,  melakukan wawancara khusus dengan Evarisan, SH, MH, aktivis hak asasi perempuan dari Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia [LRC-KJHAM].

  • <a href='?lang=&rid=47&id=26'>Orry Lesmana (Oriel)</a> Organisasi Komunitas Sebagai Basis Gerakan

    Gerakan LGBT belakangan ini semakin menguat. Di sisi lain, stigmatisasi juga semakin mengeras. Bagaimana startegi komunitas LGBT dalam menghapuskan stigma dan diskriminasi? Berikut wawancara Hadziq Jauhary dari Swaranusa Biro Jawa Tengah, dengan Orie Lesmana, aktivis hak asasi manusia dari komunitas gay.

    Bagaimana gerakan LGBT belakangan ini?

  • <a href='?lang=&rid=47&id=53'>Ronald Ambrosius</a> Berencana Menambah Asrama Perempuan

    Para mantan pengguna narkoba masih sering dianggap sebagai sampah masyarakat. Akibatnya mereka kesulitan bermasyarakat. Padahal mereka yang telah keluar dari jeratan narkoba memiliki segudang pengalaman yang dapat dibagi dengan sesama. Berikut wawancara Dwi Prasetyo dari Swara Nusa dengan Ronald Ambrosius, Kepala Panti Rehabilitasi Narkoba "Galilea Miracle Center" Kalimantan Tengah tentang rehabilitasi narkoba.

Halaman Anggota
Username
Password
Lupa Password
Mendaftar
Langganan via Email
Jajak Pendapat
Apa pendapat Anda terhadap peningkatan anak-anak yang terinfeksi HIV?
Kegagalan program PMTCT
KPAN tidak memiliki strategi
Tidak adanya informasi
Editorial
Hanya Pengingat, Tidak Lebih

Proses panjang, 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan telah dilalui bersama. Berbagai kreasi dimunculkan untuk memperingati berbagai hari penting, mulai dari 25 Nopember, 1 Desember dan 10 Desember. Untuk tahun 2009 amat terasa, dua hari penting lain yang tahun sebelumnya tak begitu terasa denyutynya, Hari Difabel dan Hari Anti Korupsi.

Pesan Singkat
  • 02 08 10 - Imroatus Sholihah:
    Masalah penyimpangan perilaku seks di kalangan remaja BUKAN karena kurang pendidikan seks, TAPI KARENA remaja tidak paham aturan agama, mana yang halal, mana yg haram. Bgaimana dia punya pedoman dalam bergaul. Masalah remaja timbul karena sistem liberal dan karut marut di negara ini.
  • 02 08 10 - Imroatus Sholihah:
    Masalah penyimpangan perilaku seks di kalangan remaja BUKAN karena kurang pendidikan seks, TAPI KARENA remaja tidak paham aturan agama, mana yang halal, mana yg haram. Bgaimana dia punya pedoman dalam bergaul. Masalah remaja timbul karena sistem liberal dan karut marut di negara ini.
  • 12 06 10 - ilahtea:
    kawan2 swaranusa, kita jadikan isu ini menjadi isu nasional yuk. kumpulkan artikel dan data2 dari berbagai daerah tetang pentingnya pendidikan seks.
  • 11 06 10 - ridho:
    justru karena pemerintah tidak memberikan informasi yg memadai untuk remaja, jadinya remaja mencari informasi yang salah tentang kesehatan reproduksi
  • 11 06 10 - galink:
    pendidikan seks kan bukan pendidikan buat ngajarin seks? gimana tho??
  • 10 06 10 - ilahtea:
    kawan, perlukah pendidikan seks di sekolah?? kayanya setuju sama mentri pendidikan., anak2 dah lebih jago ngeseks dari film bokep dibanding harus diajarin di sekolah ^_^
  • 06 06 10 - galink:
    benar, negara belum memberikan kontribusi, malah terus melakukan diskriminasi pada LGBT
  • 05 06 10 - ilahtea:
    hanya ada 1 harapan yang tersisa di negri ini.... cinta!!!
  • 01 06 10 - cornel:
    negara kita blm bsa kasih konstribusi buat LGBT, bagaimana tanggapan kalian?
  • 19 05 10 - wete:
    ada problem multikulktural di tengah masyarakat indonesia, meskipun ada pendidikan karakter sifatnya masih lip service...
  • 08 05 10 - polo:
    terus berjuang
  • 07 02 10 - heni:
    toleransi itu penting!!!!
  • 28 12 09 - Hadziq:
    Indahnya dunia kalau kita saling toleransi. Indahnya hidup kalau kita saling menghargai.
BannerAds
Safe Sex50thn PKBI
Kontak ke SwaraNusa
Pencarian